My Sadness

My Sadness

  • WpView
    GELESEN 21
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Nov. 25, 2017
Belajar dari luka? itu terlalu sulit bagi beberapa orang. Terkadang, luka menjadikan seseorang semakin kuat dan terus menjalani kenyataan dunia. Namun terkadang juga luka bisa menjadi penyebab hilangnya tawa seseorang. Pudarnya angan dan keinginan dari hidup seseorang. Dan mengenai luka, luka selalu tercipta dari orang - orang terdekat. Dari orang - orang yang kita anggap penting dan begitu berarti. Namun, mengapa luka yang berkaitan dengan hati seratus kali lebih sakit daripada luka yang berkaitan dengan jasmani? Lalu, mengapa hati yang harus menerima luka yang sesakit itu? Apakah hati memang tercipta untuk menerima rasa sakit? Apa hukum dunia sekejam itu? Mengapa luka di hati sulit untuk di obati? Apakah karena Ia tak terlihat? Jika demikian, maka kumohon, tolong jangan ciptakan hati untukku. Karena hatiku selalu menerima rasa luka yang mengakibatkan rasa sakit. Dan demikian, aku tidak ingin mempunyai hati. Aku. Gadis. Tanpa. Hati. -Audrey Gizyella. M Y S A D N E S S Teen fiction by SelaMarsela15
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • HIDDEN I (The End)
  • FIZYA
  • GADIS LANGIT
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
  • Grafi [End]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Rasa Yang Salah [JeongMinji]✔

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien