Bittersweet

Bittersweet

  • WpView
    Reads 8,089
  • WpVote
    Votes 770
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 31, 2020
Highest Rank #87 Kita adalah kita karena dulu aku dan kamu satu. Jika perasaanku tetap, entah dengan milikmu. Ini adalah kisah tangisku, yang kutorehkan pada untaian kata dalam bait cerita. Mungkin kisah ini akan menjadi milik kita lagi atau tidak. - All the things i wrote here is based on real-time situations that i've been through right now. It's dedicated to a person who has been my muse since a long time ago and i guess he always will eventhough we're no longer "us". So, thanks for reading and leave some support such as votes and comments!✨ Love, cyoconut
All Rights Reserved
#67
membaca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Rajutan Kalimat Rindu
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • KIARA [End]
  • Rustic Jam [END]
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • TENTANG RASA
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • [✅] WITH YOU

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines