Penantian Hujan

Penantian Hujan

  • WpView
    Membaca 313
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 35
WpMetadataReadLengkap Sel, Des 26, 2017
Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 31 Months for You (Revisi)
  • REUNI (Enam)
  • [✔️] Anti Romantic ⋆ Jaesahi
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Jodoh Kedua (END)
  • little Girl And Possessive Cool Boy (End)
  • BUNGA KEMBALI
  • Pelangi sehabis hujan
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan