Gadis Musim Dingin

Gadis Musim Dingin

  • WpView
    Прочтений 16
  • WpVote
    Голосов 4
  • WpPart
    Частей 4
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, нояб. 7, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Harusnya gue pindah kelas aja dari dulu. Lo rese, kayak bocah laper minta di perhatiin." -Michelle Fonsecka "Sepinter apa si lo sampe bisa ngomong gitu." -Mustafi Syuchaer Muharram Michelle punya rival di kelas yang bernama Mustafi. Tidak pernah bertegur sapa, hanya saling kenal karena pernah ikut lomba. Karena Michelle adalah mama girl, Mustafi jadi tidak suka. Alasannya sederhana, dia bilang seorang mama girl selalu merepotkan dan manja seperti bocah SD kurang jajan. Lalu, mereka mulai suka berbicang karena kulit Michelle yang terluka dan Mustafi ingin mengajaknya pulang bersama. Hai, selamat membaca ya. Jangan lupa vote dan komentarnya. :)
Все права сохранены
#22
michelle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]
  • KAYVARO || TELAH TERBIT ✔✔
  • My Enemy Ayna
  • Tanpa Kepastian
  • Reva & Refa [COMPLETED]
  • Bad Girl vs Bad Boy
  • ERN
  • Possesive Playboy
  • Troublemaker Boy

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту