Longtime

Longtime

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 14, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"bagian mana yang meski di garis bawahi dengan kata noting sil? Bagian yang aku bilang aku ingin kamu? Bagian yang aku bilang aku mau kamu? Bagian yang aku bilang kalo kamu... "bisa kamu berhenti sebentar" sila memotong ucapan pria itu, lalu sila mengangkat seblah tangan kanannya untuk memijit plipisnya yang mendadak pusing mendengar perkataan pria di hadapanya. Pria itu kemudian mendekat dan mengulurkan tanganya untuk menyentuh pipi sila"tatap aku"pria itu berhasil menangkup pili sila dengan kedua tanganya. "jangan nangis, kamu nggak tau kan gimana emosinya aku kalo liat kamu nangis"pria itu menghapus air mata sila dan membawa sila kepelukanya,pria itu bisa merasakan bagai mana sila menangis didalam pelukanya hanya saja dia ingin waktu berhenti saat ini juga dengan silanya. "pergi"sila mengataknya dengan berusaha melepaskan pelukan dari pria ini. Dan pada saat ini, detik ini pria itu tau waktunya telah berhenti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stuck WIth You! (Tamat)
  • WISHES.
  • »Blank Space»(Done!)
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • love is complicated
  • My Sweet heart
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • DOKTER ITU SUAMIKU (On Going)

"Apa?" tanyaku kesal. "Lu gak percaya kalau gue juga bisa ngelupain elu dan secepat ini punya pacar lagi?" tanyaku membuat Pras terlihat salah tingkah. "Gak percaya kalau dia pacar gue?" Pras masih diam. "Oke gue tunjukin sesuatu biar lu percaya kalau dia pacar gue," kataku sambil melepaskan lenganku yang dicekal Pras. Setelahnya aku sedikit berjinjit untuk menyamakan tinggiku dengan pria dihdapanku, kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tanganku lalu...cup! satu kecupan aku bubuhkan di bibir pria yang sialannya ternyata biarpun matanya melotot karena kaget dia malah keliatan ganteng. Bibirnya tebel sama lembut lagi biarpun ini hanya sebuah kecupan ringan dan bukan ciuman penuh napsu. Sialan kok malah degdegan! Aku melepaskan tanganku dari wajah yang aku tangkup lalu menoleh ke arah Pras yang ternyata masih melongo karena kaget menyaksikan aksiku mencium laki-laki asing yang sama sekali tidak dia kenal. "Udah percaya sekarang? Atau masih kurang? Mau yang lebih hot lagi?" tantangku pada Pras yang kini terlihat benar-benar kesal. Dia terlihat berdecak. "Aku bisa pastikan kalau kamu bakal nyari aku lagi dan minta aku buat balik lagi sama kamu!" katanya lalu pergi meninggalkanku begitu saja. Setelahnya aku menatap takut-taku ke arah pria di hadapanku yang kini sedang menatapku tajam sambil melipat tangannya di dada. Aku nyengir lalu melepaskan tanganku dari lengan kekarnya dan pergi begitu saja dari hadapannya sambil tak berhenti berdoa di dalam hati, semoga setelah ini aku tak akan lagi dipertemukan dengan dia. Bisa mati karen malu aku ini. Tapi ya, siapapun kamu, makasih lo ya udah nyelamatin aku dari si kampret tukang selingkuh!

More details
WpActionLinkContent Guidelines