Masa Sma Ku

Masa Sma Ku

  • WpView
    Reads 2,462
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 5, 2019
Seorang wanita cupu dan lugu yang selalu menunggu akan kehadiran sang pangeran tampan dan seorang sahabat yang benar benar menerima dia apa adanya. Namun setiap ia menyukai seorang pria, tetap saja ia selalu tak bisa memiliki pria itu. Ya selama SMA ia tak seperti kebanyakan wanita lain nya, yg memiliki pasangan dan selalu hangout bareng dengan sahabat2 nya. Queeni Shabilla Alexi ya nama yang cantik namun tidak seperti dirinya sekarang ini. Teman2 sekolah selalu saja mengejek dia. Namun tidak dengan Hanna dan Nami yang selalu setia di samping Quenni. Namun akan kah masa SMA Queeni akan berwarna seperti pelangi??? Ataukah akan suram dan gelap seperti malam tanpa cahaya bulan dan bintang??? So terus ikutin jalan cerita nya ya...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • My Enemy the Boyfriend
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • LOVANIA
  • Lio & Aqila (END)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • This is Not A Good Love Story [COMPLETED]
  • The Oddlove
  • RIO - Stay With Me✓
  • East sky first love

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines