Story cover for Kumari Devi by Ziyah_22
Kumari Devi
  • WpView
    LECTURAS 604
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 604
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado nov 05, 2017
Menceritakan sebuah legenda Dewi "hidup" di wilayah Nepal.
Semuanya mengenai pengorbanan, ketulusan, dan perjuangan seorang gadis kecil.
Kehidupnya berubah ketika dinobatkan sebagai dewi "hidup".
Akankan perubahan hidupnya membawa ia dalam keberuntungan ataukah sebaliknya?


*Cerita ini diambil dari tradisi di Nepal, ada beberapa cerita yang difiksikan dan ditambahkan. Jadi tidak semua yang di ceritakan itu benar
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Kumari Devi a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#226dewi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) de itira17
32 partes Concluida
(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa
The Salem Princess (End✔️)   de Sepheraaa
57 partes Concluida Contenido adulto
Statusnya yang dianggap sebagai anak haram dan aib membuatnya harus dibuang oleh orangtua kandungnya. Hidup mewah dan sempurna bersama ibu angkatnya, sebagai anak konglomerat dan dihormati, Dyvette menjadi semakin angkuh jika itu bersangkutan dengan lamaran pernikahan. Dia telah menolak banyak lamaran dengan alasan yang sama. Dia bahkan berani menolak lamaran dari Pangeran Mahkota dengan bahasa yang kurang sopan, dia tetap kekeuh pada pendiriannya bahwa dia tidak butuh seorang lelaki untuk bertahan hidup. Tapi di samping sifat buruknya yang selalu berbicara pedas pada lelaki, Dyvette adalah wanita dermawan yang selalu ingin membantu orang yang kurang mampu. Dia mendirikan banyak yayasan anak yatim dan terus beramal setelah dia merasa mampu untuk merealisasikan keinginannya. Namun pada akhirnya, dia mengalami tahap romansa juga, dengan beberapa ujian yang membuatnya tersadar kalau dia telah melakukan hal bodoh dan membuatnya harus merasakan sakit hati. Pria manakah yang akhirnya mampu membuatnya berubah dan mau menikah? Si bangsawan tampan anak Kaisar, Ankhamun? Atau budak penggembala domba yang dia selamatkan dari perbudakan? "Jadilah wanitaku, aku rela menjadi pelayanmu asalkan kamu bersedia bersamaku." _Ankhamun Mena "Kamu adalah wanita paling cantik yang pernah dilihat oleh mataku." _Fatih Al-Farishi "Cintai aku dengan keras, aku akan memberikan seluruh duniaku padamu sebagai gantinya." _Draco Noah
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) cover
Rebirth of the Strongest Empress   cover
ARGAN cover
A For Z : Young Married cover
KALINDRA  cover
Kara: I Left God at The Door cover
The Salem Princess (End✔️)   cover
Surat Untuk Takdir [ ON GOING ] cover
TRANSMIGRASI VEY  cover

(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)

32 partes Concluida

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa