PENAKU PUISIKU

PENAKU PUISIKU

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 5, 2017
Aku menari tanpa melodi yang terdendangkan, Melawan tawa dalam sendunya mata yang berembun, Aku terdengar seperti suara gelombang udara yang melayangkan tawa di atas rawa, Aku menceritakan tentang puisi yang berkisah inspirasi puisi yang sejuk karna tertiup angin, Puisi yang lembut seperti kapas, Puisi yang hangat seperti senja Puisi yang romantis seperti Mawar, Namun aku terjebak pada melodi yang tak kunjung bernyanyi, Napasku masih terasa menyenangkan dalam penaku, Namun samaranku harus tersembunyi oleh waktu yang bertopeng, Puisiku mentari di tabir alam kisahku, yang akan menari Meski kadang tersapu malu oleh melodi yang enggan berdendang, Alamku penuh dengan kisah imajiku, Yang mencintai perputaran waktuku, Kadang garam berlabuh dalam perjalanan pulangku Bahkan kerikil membuntuti telapak kakiku Hari ini berakhir seperti lembaran halaman, Tak putih namun bertinta, Mengharap keju namun tak setuju, Mengharap coklat namun terasa pekat, Pengantar untuk terpejam, Dalam mata yang kadang terasa tajam.
Todos los derechos reservados
#64
sastrawan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Lelaki di Tahun 2011 [DONE✔️]
  • Lembut Seperti Doa
  • SAJAK HATI
  • Andai bisa
  • Aksara Tak Bertuan
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Renjana
  • Desahan Rindu
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Harapan, Satu kata yang menguatkan nadi Membuncah bahagia dalam pikir Menuntun diri dan jiwa Pada kehidupan yang diinginkan Yang menguatkan langkah Untuk selalu bisa seperti itu Dalam keberkahan Dalam ketulusan Dalam keikhlasan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido