PENAKU PUISIKU

PENAKU PUISIKU

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 5, 2017
Aku menari tanpa melodi yang terdendangkan, Melawan tawa dalam sendunya mata yang berembun, Aku terdengar seperti suara gelombang udara yang melayangkan tawa di atas rawa, Aku menceritakan tentang puisi yang berkisah inspirasi puisi yang sejuk karna tertiup angin, Puisi yang lembut seperti kapas, Puisi yang hangat seperti senja Puisi yang romantis seperti Mawar, Namun aku terjebak pada melodi yang tak kunjung bernyanyi, Napasku masih terasa menyenangkan dalam penaku, Namun samaranku harus tersembunyi oleh waktu yang bertopeng, Puisiku mentari di tabir alam kisahku, yang akan menari Meski kadang tersapu malu oleh melodi yang enggan berdendang, Alamku penuh dengan kisah imajiku, Yang mencintai perputaran waktuku, Kadang garam berlabuh dalam perjalanan pulangku Bahkan kerikil membuntuti telapak kakiku Hari ini berakhir seperti lembaran halaman, Tak putih namun bertinta, Mengharap keju namun tak setuju, Mengharap coklat namun terasa pekat, Pengantar untuk terpejam, Dalam mata yang kadang terasa tajam.
All Rights Reserved
#48
tiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desahan Rindu
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Lelaki di Tahun 2011 [DONE✔️]
  • TENTANG RASA
  • Puisi Kemana Saja
  • Renjana
  • SAJAK HATI
  • Andai bisa

"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa." Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku? Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu! Terus saja kau salahkan desahanku, tapi kau timang jemariku! Terus saja kau salahkan desahanku, tapi kau mandikan rambutku! Puisi adalah cinta, cinta adalah puisi Tak ada kata adalah yang berperan sebagai definisi Tak ada bahasa tubuh yang berperan sebagai penguasa ilusi Semua dirancang dengan peluh dingin, mengingat seberapa besar pasukan itu menguasai komposisi seraya mengatakan; "Desahanku, rambutku, jemariku, mulutku ... sudah melapor apa kepada sang Illahi? Rasakan!!" 🔼🔼 PUISI DESAHAN RINDU Puisi bergenre romance yang lorong waktu tokohnya sedang dirogoh oleh jari tengah kekasihnya. Pengekspresian rindu sampai pada sel-selnya akan dijeritkan dalam puisi ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines