Dialog.
  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 13, 2018
WpInfo
Poetry
Semua manusia hidup berdialog, kadang dengan batin dan pikirannya sendiri, seringnya berdialog dengan manusia lainnya. Kadang dialog-dialog kecil jarang di hargai keberadaannya. Dan di sini, ketika dua manusia rapuh bertemu dalam sebuah dialog terciptalah sebuah cerita. Cerita yang diciptakan dari kedua manusia yang rapuh. Namun keduanya berusaha tegar, saling menyemangati. Hm, lucu. Bagaimana mereka bisa saling menyemangati bila keduanya sama sama rapuh? Setidaknya, dari mereka berdua kalian bisa belajar untuk menghargai sebuah dialog. ------- Segala hal di dalam cerita ini adalah FIKTIF. Bila ada kesamaan nama, karakter atau bahkan kejadian, itu hanya ketidaksengajaan. Ini adalah kali pertama saya membuat cerita dengan model dan konsep seperti ini. Dan beberapa cerita di dalamnya, lebih ke short story ditujukan supaya teman-teman juga enggak bosan untuk membaca cerita yang biasanya saya buat panjang-panjang hehehe... DILARANG KERAS UNTUK COPY PASTE. Monday, November 6, 2017
All Rights Reserved
#172
dialog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • Astronomi
  • Cinta Alazka di Paskibra
  • Absquatulate [Sudah Terbit]
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Cold Love
  • AYKA
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines