UnFiction

UnFiction

  • WpView
    LETTURE 4
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, nov 6, 2017
Kekacauan di hidupnya dimulai saat lelaki itu muncul di hadapannya. Membawa luka lama yang susah payah ia kubur dalam dalam. Membuka satu persatu lembaran album kelabu, memperdalam luka lama yang tak pernah sembuh. Hanya dengan melihat wajahnya, gemuruh kebencian seolah bergejolak. Ketika orang berkata cinta dan benci hanya dipisahkan oleh benang tipis. Perumpamaan itu sama sekali tidak mewakili hubungan mereka berdua. Saking bencinya ia, cukup melihat wajah itu seribu rasa kebencian bertumpah ruah.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • MARRIED WITHOUT LOVE
  • Puing luka
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • syanin
  • Cinta Tulus Dibalik Kebencian
  • SIDNEY

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti