CARAMILO

CARAMILO

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 13, 2019
"Kamu tetap jadi peri cantik di hati aku Caramel, dan akan selamanya" - Milo. "Jangan pernah tinggalin aku Milo, kita harus bersama sampe kapanpun" -Caramel. Milo kecil merupakan anak tunggal kesayangan, dia bocah yang sangat periang meskipun di komplek perumahan elitnya tidak memiliki teman. Setiap sore dia selalu bersepeda di pelataran depan rumahnya ditemani sang bunda yang hobi merawat bunga. Suatu hari saat tengah bersepeda datang penghuni baru hendak menempati rumah disebelahnya yang sudah lama kosong. Milo kecil senang karena penghuni baru yang ternyata sahabat lama orang tuanya tersebut memilik anak perempuan yang seumuran dengannya. Mereka akhirnya bersahabat dan selalu menghabiskan waktu bersama di rumah pohon, mereka sangat suka dengan pemandangan bukit dibelakang danau saat mulai senja. Karena terbiasa bersama mereka berdua seakan seperti dua belahan jiwa yang tidak terpisahkan, berangkat sekolah dan kemana-mana selalu berdua, di sekolah mereka diberi julukan 'Camil' karena saking lengketnya. Tristan pendukung alay 'Nyamil Shipper' karena menurutnya mereka berdua sangat cocok. Beranjak dewasa Milo selalu merasa banyak pengganggu di sekolah yang mencoba mencari perhatian atau berniat ingin menyakiti Caramel-nya. Cewek yang selalu dia jaga. Caramel hanya miliknya. Peri cantiknya. Dia tidak sedang terobsesi seperti psikopat. Milo hanya berusaha mempertahankan Caramel yang sangat dicintainya sedari kecil. Diharapannya Caramel yang akan menjadi masa depan Milo sampai maut memisahkan.
All Rights Reserved
#512
childhood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Caramel Macchiato [SELESAI]
  • Because I'm Stupid (End)
  • SATU DARAH
  • Melody Arthadiesa
  • My Sweet Friend (END)
  • Mine
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines