Senandung Senja

Senandung Senja

  • WpView
    Reads 1,447
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 4, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Sebelum sepasang mata bertemu, Sudah kutuliskan namamu disetiap inchi hatiku. Disetiap rongga aliran darahku, disetiap lamunan bodohku, dan didetik ketika jantungku menyebutmu. Ini tidak hanya untukmu yang terluka oleh rindu maupun hati. Tapi ini tentang aku dan kamu, dia dan dirinya. Untukmu yang mengalami ujian hidup. Goresan hati, yang pernah dihianati, realita hidup, tentang sahabat, orang yang engkau sukai, Dan banyak lagi yang lebih pahit dari itu. Untuk itu, aku begitu berharap kepadamu memberikanku sebuah percikan api yang tak kunjung padam di hati untuk bekalku dalam menulis ini. Hingga kuputuskan. 6 tak kuhentikan setiap otak ku meresap semua kejadian tentang kehidupan. Dan kutuliskan senandung rindu ini kepadamu. Hanya kepadamu. sifaul rahma 22:26 61117 . . . #192 non-fiksi, 20-11-2017 #19 Perjalanan Hidup, 17-05-2018 #5 cerita hidup, 22-05-2018
All Rights Reserved
#475
romace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • DENTING  [Revisi]
  • The First, Not the Last
  • 𝐃𝐚𝐧𝐝𝐞𝐥𝐢𝐨𝐧𝐬 | 𝐁𝐞𝐜𝐨𝐦𝐞 𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐭𝐚𝐠𝐨𝐧𝐢𝐬𝐭 [𝐄𝐧𝐝]
  • Choose A Way Of Life (END)
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • Perfect Mom

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines