Avenue Of Approach

Avenue Of Approach

  • WpView
    Reads 45,761
  • WpVote
    Votes 2,456
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 1, 2018
[COMPLETED] Kamu tidak mengerti apa yang terjadi, Karna itu kamu bisa kembali, Tapi aku yang merasakan, Bukan kamu yang hanya memikirkan, Perasaan tidak lah sama dengan pemikirian, Karna itu yang membuat ku berbeda niatan dengan mu, Kamu membuat ku bingung, Bingung dengan keadaan ini, Dimana aku harus bersandar jikalau letih ini kembali menyerang, Bagaimana aku harus menghadapi rindu ini, Kamu datang, Namun rindu dan hati sedang tidak bisa bekerja sama, Mengapa kamu begitu tenang, Jika aku saja harus melawan rasa takut, Jangan kembali, Jika yang kamu ingin kan hanya permintaan maaf mu kuterima, Aku memaafkan mu, Sehari sebelum kamu berbuat salah, Karna apa yang kamu perbuat, Selalu ku ikhlas-kan, Maaf, Karna sikap ku yang berubah, Hanya untuk mu tau, Kalau aku benar-benar merindukan mu, Aku ingin melihat sekali lagi, Usaha mu untuk mendapati ku. potatoexx_ 1012'7 18:37 [RTS3]
All Rights Reserved
#5
johnnyorlando
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Candle Light
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Aerilyn
  • We Found Another Love [Completed]
  • BE MY GIRLFRIEND?  (DKS FANFIC)🐧
  • Take Me To Your Heart  - The End
  • Truth in Love
  • NAVILLERA
  • You ( EXO Fanfiction )
  • CHEOSSARANG (Complete)

⚠️ Trigger Warning: Mature Content Satu tarikan napas. Satu jarak yang perlahan menguap. Dan satu sentuhan ringan di pipi yang membuat dunia seolah berhenti. Saat Leo mendekat, tak ada lagi ruang untuk ragu, hanya desir halus di dada, tatapan yang bicara lebih dari kata, dan bibir yang akhirnya bertemu dalam ciuman pelan yang membakar dari dalam. Bukan ledakan, tapi bara yang menyala perlahan. Menyusup, menggoda, dan membuat segalanya terasa terlalu nyata untuk disebut sekadar kebetulan. Dalam diam, tubuh mereka bicara. Dalam bisikan, rasa menyeruak. Dan ketika sang pria yang lebih tua bertanya "Gimana?", tak perlu jawaban panjang... senyuman dan pipi yang memerah sudah cukup jadi pengakuan. Ini bukan sekadar romansa. Ini tentang bagaimana satu ciuman bisa mengubah segalanya, dari biasa jadi candu. ✨✨ Would you stay, right there between the silence and the confession, and feel the moment love begins? *** This story contains emotionally intense scenes, trauma, and mature content. Reader discretion is advised🔞

More details
WpActionLinkContent Guidelines