Two Side
  • WpView
    Reads 398
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 13, 2019
"Ahhh!!!...." teriakan Olivia Jane memecah keheningan. Sesuatu melesat di dekatnya. Sebongkah batu hampir mengenai wajahnya. Tanpa disadarinya, ia terus berlari. Jantungnya berdetak kencang dan rasa takut merayapi tubuhnya. Ia menyusup diantara pohon, batu, dan rumput. Menghindari jalan yang menghadangnya dengan gesit. "Terus...lari...terus" ia berkata dalam hatinya "Ini kesempatan terakhir untuk menyelamatkan diri" Lagi bongkahan batu yang cukup besar kembali melesat. Kali ini mengenai wajahnya, dia terjatuh ke tanah. Tubuhnya kotor. Rasa sakit merayapi tubuhnya. Berusaha tidak berteriak sama sekali. Dia menyentuh wajahnya dan darah memenuhi tangannya. - - - - - - - - - Para Arwah sudah berjanji akan balas dendam kepada kalian yang membaca kisah ini sendirian atau di malam hari
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BASTARD prince (Paxton seri 1)
  • AQRAF (On Going)
  • Elio's Obsession [END]
  • Kutukan Cinta; Turn On (TAMAT)
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • Menjaga Monster
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • The Mystery of The Masked Man

sengatan rasa sakit lutut Cecillia Raven justru yang membuatnya sadar bahwa dirinya belum mati setelah terdengar letusan senjata api itu. Cecillia tau dirinya harus mati dan dia tidak akan menghidar, tapi yang mengejutkan adalah tubuh besar yang menerjangnya untuk menyelamatkannya kini. basah kuyup di bawah guyuran hujan dengan luka di pundaknya akibat peluru itu, Dante Paxton--pangeran bajingan--melindunginya. kenapa? "dasar bodoh, kenapa kau bisa berada disini?" "karena aku harus mati, begitu kan?" ucap Cecillia pelan membuat Dante terdiam cukup lama dan hanya menatap mata Cecillia. "tatap aku Cille dan katakan dari mana kau tau semua itu?" Cecillia terisak, melepaskan semua perasaannya yang selama ini di pendamnya pada bajingan itu. "karena aku sudah tidak tahan lagi. aku mencintaimu, setiap malam aku menunggumu pulang, aku berusaha menjadi wanita yang kau inginkan. tapi kau menginginkan Lady Tattianna. apa lagi yang bisa kulakukan saat kau berselingkuh dengannya? aku tidak bisa terus bertahan diistanah megah itu dalam kekosongan. kau yang berselingkuh, aku ingin bercerai karenanya, tapi aku yang harus mati. kenapa? hanya karena aku orang biasa yang tidak punya hak mencoreng nama baik kerajaanmu?" bentak Cecillia membuat mata Dante menggelap karena marah. tangan besar Dante mencengkeram lengan Cecillia dan memaksa Cecillia untuk menatapnya. "bukankah kau juga tau soal ini? memangnya apa yang kau pikir terjadi pada bibi Letty mu?" tanya Cecillia sinis membuat Dante memucat. bibi Letty kesayangannya, mati dalam kecelakaan. tapi sekarang Dante tidak yakin lagi. Dante mengguncang bahu Cecillia, "ikut aku dan akan kubunuh siapapun yang berani menyakiti istriku" "persetan denganmu, bajingan. pergi dari hadapanku" tepis Cecillia dengan berdiri dan berlari menembus malam. Cecillia tidak takut jika ada seorang penembak jitu yang menantinya, dia hanya takut patah hati pada Dante yang akan membunuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines