Asal Kau Bahagia

Asal Kau Bahagia

  • WpView
    Reads 1,041
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 29, 2017
Hanin tau, mencintai Damar terlalu beresiko. Resiko untuk patah hati tentu saja. Karena ia tau hati Damar masih untuk wanita yang sangat dicintainya. Wanita yang masih menggenggam hati laki-laki itu hingga saat ini. Meski Hanin dan Damar telah menjalin hubungan. Lalu saat Hanin tau Damar tak bahagia bersama dirinya, akankah Hanin melepaskan Damar? Atau lebih baik jika ia menunggu Damar yang memutuskannya sendiri? Bolehkah ia memilih bersikap egois untuk tetap berada di samping laki-laki itu? Aku memang memiliki raga mu tapi tidak dengan hatimu. Aku harus bagaimana? Haruskah aku pergi dari hidupmu? Agar kamu bahagia bersamanya. (-Astari Hanindiya-) NOTE : Setelah hampir 2 tahun Hiatus, semoga cerita yang ini kelar sampai kata 'End' 😂😂 Judulnya aku ganti karena baru ngeuh kalo aku salah judul xixixi cerita ini terinspirasi dari lagu Armada 'Asal Kau Bahagia' tapi aku jamin eksekusinya beda sama akhir lagu itu 😜 aku juga belum pernah liat video klipnya gimana. aku hanya terinspirasi liriknya dan selebihnya otakku yang berimajinasi hehe so... baca aja deh😘 semoga kalian suka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • ANDROMEDA (END)
  • Just The Person I Loved Before (Tersedia Di Toko Buku)
  • DikaRanggi
  • Naughty Cegil Transmigration
  • Lembayung Terakhir
  • I Became The Protagonist Secretary (End)
  • Aku, Vereya?(Transmigrasi) {TERBIT}
  • TRAP!
  • Unwritten Figure (end)

Gagal menikah karena tunangannya berselingkuh tak menghentikan Hana untuk tetap pergi "bulan madu" sendirian ke Turki. Di sana, ia bertemu Kaivan yang baru saja bercerai. Dua orang asing dengan hati yang patah itu membuat kesepakatan impulsif: menjadi pengganti satu sama lain selama perjalanan, larut dalam sesuatu yang seharusnya tak pernah terjadi, dengan janji untuk melupakan semuanya setelahnya. Namun, takdir punya cara sendiri untuk mempermainkan mereka. Dua tahun berlalu, dan tiba-tiba, mereka kembali dipertemukan-bukan di negeri asing, tetapi dalam kehidupan nyata yang tak memberi ruang untuk pura-pura. Apakah pertemuan ini kesempatan kedua untuk menemukan cinta, atau hanya pengingat bahwa beberapa kisah memang seharusnya dibiarkan selesai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines