My Perfect Bad Boy

My Perfect Bad Boy

  • WpView
    Прочтений 49,843
  • WpVote
    Голосов 2,964
  • WpPart
    Частей 14
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published вск, мая 31, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kenzo Bryan Reynaldo , panggil dia 'si singa Pelita'. Hari-harinya selalu dipenuhi oleh amarah, sifat dingin yang terkesan cuek, dan yang pasti kehancuran selalu ada didepan matanya. Bersama teman-temannya yang tak kalah nakal, dan selalu membuat onar di sekolah. Banyak yang menyebut dia 'bad boy kelas atas', karna sifatnya yang nakal dan pembuat onar tertutupi dengan ketampanan dan kelihaiannya dalam bermain basket. Pst, jangan salah, dia juga anak dari seorang pengusaha sukses. Maka dari itu, hidupnya bisa dibilang cukup bahkan lebih akan harta. Kisahnya dimulai sejak, dia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang tak dia kenal dan tanpa sengaja menumpahkan sesuatu ke seragam putihnya. "Maaf, gue gak sengaja" Hanya kalimat itu yang dapat keluar dari mulut orang tersebut. Gimana caranya supaya dia mendapatkan maaf dari Kenzo? ~~ Selamat membaca, semoga kalian sukaaa ^^ Happy reading^Δ^
Все права сохранены
#831
nangis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • My Boy Friend [SELESAI]
  • Kakak Kelas [COMPLETED]
  • Petrichor [Spin Off 1 novel Shanin's Diary]
  • My Boyfriend Is Psychopath [END]
  • RHEA [Completed]
  • My Evil Girlfriend (End)
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)

Sebelumnya inzie tak pernah menyangka akan mendatangi rumah yang sudah selama 6 tahun ini ia tinggalkan. Rumah yang penuh dengan kenangan pahit. Rumah dimana batinnya terus disiksa. Seharusnya inzie tahu, bahwa ketika ia menginjakkan kakinya kembali disini. Ia sudah tak akan sebebas dulu lagi. "Kak, kata mama aku punya seorang kakak yang akan datang. Dan itu adalah kakak. Kakak memiliki mata hijau, persis seperti yang mama ceritakan. Jadi, kak namaku Arnessa. Kalau kakak siapa? Kata mama aku harus bertanya sendiri." Saat Arnessa menyebutkan nama "mama" berulang kali. Itu membuat pandangan inzie semakin dingin. Ia menyentak kasar tangan arnessa yang masih betah melingkari pergelangan tangannya. "Dengar ya, sampai kapanpun aku tidak mempunyai adik. Ingat itu baik-baik." Perkataan penuh penekanan yang dilontarkan oleh inzie membuat arnessa terhenyak. Ternyata kakaknya tak menyukai keberadaannya. Copyright © by inestyanifa

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту