Story cover for TRIANGLE  by nikirhidaby
TRIANGLE
  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Nov 07, 2017
Dulu hatiku pernah terisi oleh seseorang yang membuatku lupa dunia. Namun, sekarang dia telah pergi dan hatiku sangat kosong aku pun mulai merasa kesepian.

Aku selalu berusaha mencari kesibukan untuk melupakan kosongnya hatiku. Dan mungkin ini adalah salah satu caraku melupakannya.

Dengan membagikan pengalamanku kedalam setiap bagian cerita TRIANGLE.

Sebuah cerita di mana kesabaran dan pengorbanan tak dihargai. 
 
Teruntuk kamu yang pernah mengisi hatiku, entah aku harus merasa beruntung atau tak beruntung karena pernah memilikimu.
Karena kamu aku membuat cerita ini.
Dan
Karena kamu aku merasa patah hati.

Teruntuk kalian ini lah kisahku...
Kisah Ayla Eleonore...
____________________________________
Jangan lupa vote di setiap Chapternya ya😉
All Rights Reserved
Sign up to add TRIANGLE to your library and receive updates
or
#975patahhati
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
SUARA BIA (TAMAT) cover
Saat Cinta Tak Terucap cover
Dua Cinta (Our Promise) cover
ADIRA (regret)✔️ cover
AYGAS (END✔️) cover
Singgah🍁 cover
SELEPAS KAU PERGI cover
FIZYA cover
BBS: MEANING HAPPY|END|. cover

SUARA BIA (TAMAT)

47 parts Complete

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️