aku berhenti teman

aku berhenti teman

  • WpView
    LECTURES 56
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., déc. 8, 2017
sekiranya tidak harus memilih, pasti akan kuperjuangkan hubungan ini. jarak kami semakin jauh, semakin lama bertemu, berbagi dan saling membagi cerita. teman, ya itu status hubungan aku dan dia dulu, bahkan sering kita sebut sahabat. kini hubungan kita dibatasi oleh jarak, dihubungkan dengan telpon genggam dan waktu yang singkat. kembali ku ingat saat aku dan kamu berjumpa selalu ada kejailan dan keusilan. Tanpa ada alasan kita Ingin bersama menghabiskan hari. Dimana kamu disana aku. Kembali ku ingat ketika awal kita bertatap muka. Ku melewati rumah mu dan kamu langsung menatap ku dan memanggil ku "aisyah !" Aku pun menoleh dengan heran dan menjawab sapaan nya "Iya ?" Dia langsung meluncurkan tangan untuk berkenalan "Kenalin aku lusi" Aku hanya menjawab cuek "Aisyah " Langsung iya melanjutkan percakapan kami "Kita satu sekolah, kita pergi sama ya!!! Dalam pikiran ku "ih ni anak kok sok dekat ya, kok dia kenal sama aku, padahal aku aja baru sehari tinggal disini dan cuma dirumah aja" Ku tanggapi ajakan nya " aku pergi naik angkot dan lusi juga bersama teman kan?"
Tous Droits Réservés
#317
live
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Gamang
  • Winter
  • MFS ✓
  • GEVRONZ
  • Arsyilazka
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Where's Home
  • Our Emergency Calls
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu