"Haya"

"Haya"

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 22, 2018
Usia pernikahan Haya baru berumur jagung. Tapi banyak cobaan yang datang silih berganti. Dari mulai kecelakaan sang Suami karena berebut tender, sampai koma lama yang membuat Haya hampir mati terlalu sedih. Seberapa kuat HAYA menemani sang Suami yang tengah koma dikarenakan kecelakaan yang tidak biasa? Akankah suami Haya kembali siuman? Atau.. Mereka.. Hanya berjodoh sampai disini?
All Rights Reserved
#11
keagamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Hafiza (END-COMPLETED) ✔
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Get Married [Tamat]
  • Tentang Rindu | END
  • Jiwa yang Tertukar (TAMAT)
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • AMNESIAL (END)

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines