One Band, One Soul, One Sound [READ DESCRIPTION FIRST]

One Band, One Soul, One Sound [READ DESCRIPTION FIRST]

  • WpView
    Reads 2,895
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 8, 2018
'Kita berlatih puluhan jam, ratusan menit, dan ribuan detik, hanya untuk 12 menit, yang akan kita kenang, selamanya' Kisah tentang bagaimana jalan cerita dan kehidupan anak-anak marching band, yang dipandang sebelah mata oleh orang banyak. Mengambil cerita nyata pengalamanku, menjadi bagian keluarga Marching Band Gita Swara 12, untuk dikemas dalam bentuk novel. Tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, karena semua nama, watak, serta kejadian yang akan kuceritakan, tidak direkayasa. Terisnspirasi dari film dan novel '12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya' Semoga novel ini dapat mengubah pandangan negatif orang tentang marching band.. Ini novel pertamaku, jadi maaf kalau alur atau jalan ceritanya gak terstruktur dengan baik :)
All Rights Reserved
#5
marchingband
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • **RAHASIA PULAU YG TERLUPAKAN**
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • Mistake, Miracle & Love Series
  • LIFE, FAMILY and LOVE ?
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  •  a girl's secret
  • NOESIS [END]
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Connected [END]

--- Novel ini membawa kita ke dalam dunia di mana batas antara nyata dan gaib tidak selalu jelas. Ia menyajikan kisah tentang seorang wanita muda yang terpaksa menghadapi warisan keluarga yang tidak pernah ia ketahui, sebuah takdir yang telah menunggu bertahun-tahun. Tetapi lebih dari itu, novel ini juga mengajak pembaca untuk bertanya: - Apakah kita benar-benar bebas dari masa lalu? - Seberapa jauh kita rela melangkah demi sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri? - Apa artinya menjadi penjaga, jika penjaga itu sendiri harus menghilang? Ia membuka ruang untuk merenungkan apa yang kita tinggalkan, apa yang kita warisi, dan apa yang akan kita korbankan demi orang-orang yang kita cintai—atau bahkan bagi mereka yang tidak pernah kita kenal. Dan akhirnya, novel ini meninggalkan satu pertanyaan besar: **Apakah pengorbanan sejati berarti menghilang tanpa jejak… atau justru dengan tetap hidup dalam ingatan dunia?** ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines