The Dragon Knight : Viona Princess

The Dragon Knight : Viona Princess

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, May 14, 2018
#Avion Zixteria, seorang pemuda berumur 16 tahun. Dia dipercaya sebagai teman sekaligus pelindung Putri kerajaan Brune, Putri Viona. Kerajaan Brune mencapai puncaknya saat pemerintahan sebelumnya, namun dilengserkan oleh pemerintahan yang saat ini berkuasa, karena beberapa dalih yang digunakan sebagai alasan. #Avion adalah putra dari Baginda Raja Brune IX, pemuda yang seharusnya saat ini menyandang gelar Pangeran. Ibukota Kerajaan Brune secara tiba tiba mendapat serangan dari Kerajaan zchedt, dengan cara mengirim banyak prajurit yang disamarkan sebagai budak. Alhasil keluarga kerajaan tercerai berai, dan Pangeran Louis diketahui meninggal dengan beberapa panah menancap di tubuhnya. Putri Viona segera kabur bersama penjaga setianya, Avion. Mereka berjalan jauh ke arah selatan, berharap sampai ke Alsace tepat waktu. Yaitu salah satu sekutu paling setia dari Ayahanda Avion. Tentu saja, tidak semua hal akan sesuai dengan apa yang telah direncanakannya. Karena mereka harus menyeberangi beberapa kota besar untuk mencapai Alsace.
All Rights Reserved
#274
viona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Black Thunder
  • Royal Crystal Academy 2: The Story of Nine Lords Royal
  • Make Me Your Queen [Selesai]
  • Violet Dragon - The Mystery of Life (END)
  • Crystallium ✔
  • The Emperor's Sun
  • END | Not Your Typical Protagonist
  • OUR INCOMPLETE STORY

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines