Puzzle Waktu

Puzzle Waktu

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 4, 2018
Jika kau bagai dandelion rapuh yang terhempas angin kemudian terbang entah kemana, pupus tak berpendirian... Kau bisa apa? Selain mengikuti arus... Jika kau bagai putri malu yang tersentuh kemudian layu, sensitifitas dan melankolismu tak meragu... Kau bisa apa? Selain bencoba bertahan dengan kesendirian... Jika kau bagai ilalang atau semak belukar tak bernilai guna bahkan tak disuka... Kau bisa apa? Selain menjauh dari sana... Jika kau bagai kaktus yang kukuh, keras, segi koleris yang tangguh hingga tak terjamah yang lain, bahkan anginpun takut tuk meragkulmu... Kamu bisa apa? Selain berjuang dengan dirimu sendiri... Ya, semua adalah pilihan... pilihan yangkan membawa memo sejarah di masa depan... Tuhan memberi pilihan dengan beragam skema kehidupan, namun, kitalah yang menentukan pilihan... It's about God riddle...
All Rights Reserved
#20
ekspresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Langit Semesta
  • You are in my past and my future [END]
  • CERPEN (END)
  • di akhir perang
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Segala Tentangmu ❝
  • TRIANGLE

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines