We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Puzzle Waktu

Puzzle Waktu

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 4, 2018
WpInfo
Poetry
Jika kau bagai dandelion rapuh yang terhempas angin kemudian terbang entah kemana, pupus tak berpendirian... Kau bisa apa? Selain mengikuti arus... Jika kau bagai putri malu yang tersentuh kemudian layu, sensitifitas dan melankolismu tak meragu... Kau bisa apa? Selain bencoba bertahan dengan kesendirian... Jika kau bagai ilalang atau semak belukar tak bernilai guna bahkan tak disuka... Kau bisa apa? Selain menjauh dari sana... Jika kau bagai kaktus yang kukuh, keras, segi koleris yang tangguh hingga tak terjamah yang lain, bahkan anginpun takut tuk meragkulmu... Kamu bisa apa? Selain berjuang dengan dirimu sendiri... Ya, semua adalah pilihan... pilihan yangkan membawa memo sejarah di masa depan... Tuhan memberi pilihan dengan beragam skema kehidupan, namun, kitalah yang menentukan pilihan... It's about God riddle...
All Rights Reserved
#488
author
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Langit Semesta
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • Aksara Tak Bertuan
  • Kisah Akala
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines