Don't Let Go

Don't Let Go

  • WpView
    Reads 750
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing3h 1m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 9, 2017
Blurb Olivia: Di hari jiwamu dikembalikan pada Tuhan dan ragamu disimpan ke dalam bumi aku memutuskan untuk menjadi atheis kepada semua turunan Adam. Buatku semuanya enggak lebih dari psikopat yang mendapat kesenangan dari penyiksaan demi penyiksaan mental setiap pewaris Hawa. What's the point of having a relationship if it makes you suffer and keeps you zillion miles away from happiness? You promised me that you'd always be my rainbow after the rain, a shelter during a heavy storm, my gravity when the earth stopped revolving. But instead, you rather be dead and left me questioning why there should be another woman in your car on that accident just a week before our wedding? I shut my heart for another you ever since. Barra: Di hari pertama kali gue ngelihat dia, yang gue mau adalah menyentuh dia, menyentuh pikirannya, menyentuh hatinya dan meminta sepotong hatinya untuk gue miliki. I wanted to strip away her defenses, her fear, her darkness. I wanted to wrap her in cotton and silk so nothing in this world could harm her. I wanted her to look at me, see me, and have me for the rest of her life. It's ok if she cannot love me back because my love is big enough for both of us. © 2017 imafictionjunkie all rights reserved 9 November 2017
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Olivia Van Aarsen
  • Asmaraloka Saptakāla
  • SEMPURNA DALAM DOSA - Editing
  • Crush On You
  • I Love, Ayah! (Repost)
  • Anti Fragile (21+) - COMPLETE
  • Antara Luka & Cinta Baru
  • Beauty in Disaster

"Trauma di masa lalu yang membawanya dalam serangkaian cerita, mencoba merajut luka yang terlalu lama terbuka, mengikhlaskan kesedihan pada sebuah kisah yang membawanya pada pertemuan, hingga ia menemukan perasaan yang mendalam,," Olivia van Aarsen, gadis indo-belanda yang pada usia 12 tahun nyaris menjadi korban pelecehan dan pembunuhan oleh kakak tirinya sendiri, merubah warna pelangi menjadi kelam dalam kehidupannya yang panjang, traumatis yang mendalam hingga takut membuka hati kepada siapapun, dan siapa sangka sebuah Biola yang ia mainkan mampu membuat seorang pianist berkebangsaan belanda menaruh hati padanya. Thank you for readings my story ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines