Mistakes: Who Is The Killer?

Mistakes: Who Is The Killer?

  • WpView
    Reads 685
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 15, 2018
Pertemuan pertamaku dengannya saat hari hujan. Pertemuanku dengannya sangatlah berkesan di hatiku. Gadis itu sangat aneh dan dia memiliki kemampuan yang tidak di miliki oleh semua orang. Aku tidak pernah menyangka akan banyak hal aneh dan tidak masuk akal yang akan selalu mengikutiku saat bersamanya. Apakah pertemuan ku dengannya adalah sebuah kesalahan.
All Rights Reserved
#581
mistery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Trio Sableng Adventure
  • Berawal Dari Bunga Tidur (END)
  • You Remember Me Or Forget Me?...
  • JINGGA 3 (BAB 1 s/d BAB 32).. END ✔️
  • BELASUNGKAWA [SUDAH TERBIT]
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • ROSEYANA [✓]
  • Rasa Dan Rahasia
  • RUMAH TUA DITENGAH HUTAN #TAMAT#

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines