antologi puisi

antologi puisi

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 9, 2017
Tahun Baru Islam senja ini 1 Muharram tahun baru mulai menyapa menyingsing kenangan di album kemarin karena esok akan berbeda cerita lagi entah seperti apa klise yang dibuat Tuhan tapi kuharap, cerita esok akan lebih merasa dan tidak mengulang cerita sampah bak hari kemarin. Dosa Apa Memang tak sama antara dosaku dengan dosamu atau pun dosa dia dan dia semua punya aib busuk tersendiri aibku begini dan aibmu begitu begitu pun dengan dia dan dia tapi.. ada satu jalan yang sama sujud ampun kepada Tuhan Yang Satu Tuhan Yang Maha Esa. Kita Tak Beda Hey kawan... kita nemang beda namun di satu hal kita sama cerita. cerira kelam yang mirip bahkan sama cerita yang kian mengubur hati menjadi mati dalam lintasan sejarah mengutuk naluri sang pendosa itulah kita... pelaknat yang mengharap secercah harapan. Rindu Rindu ini selalu berbisik sampai berisik tapi asik asiknya sampai membakar larik air itu dimana? agar rindu ini padam merona entah kapan.. kutemuinya tuk menyapa tuannya kembali tuannya yang telah lama hilang Menanti Waktu menanti waktu itu sangat menyebalkan amarahku yang selalu kutorehkan pada hujan yang selalu membasahi ridu yang berlarian juga pada awan yang selalu melukis rindu bak hitam tak menawan pertemuan.. entah sampai kapan? karena rindu selalu saja berdatangan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • di akhir perang
  • Dia Imam Terbaikku (END)
  • senja di matamu
  • Bulan Berkisah [SUDAH TERBIT]
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • HAUQALAH CINTA (TAMAT)

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines