Deep End ✓

Deep End ✓

  • WpView
    Reads 116,006
  • WpVote
    Votes 1,367
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
TAMAT DI DREAME Dari awal, hubungan ini tak seharusnya terjalin. Lelaki tampan dengan sorot mata tajam dan dingin. Aku tak menyangka akan bertemu dengannya dan bahkan satu atap bersamanya. Tak dipungkiri akan ketampanan dan pesona yang mampu membuat setiap wanita bertekuk lutut. Rambut cokelat keemasan, hidung mancung yang terpahat sempurna, mata dengan hazle cokelat madu yang teduh juga tajam dalam waktu yang bersamaan, rahang kokoh dan bibir merah ranum yang menjadi candu bagi setiap wanita. Pernikahan ini, pernikahan yang terjalin karena sebuah perjodohan perjanjian orang tua kami. Pernikahan yang sudah berjalan selama satu tahun dan tak pernah terjadi apa apa selain sikap canggung jika bertatap muka. Bukan apa apa, pasalnya kami berada disatu atap namun berbeda ruang kamar dan jangan harap berbagi ranjang yang sama. Tidak, tidak sama sekali. Sebenarnya jika aku boleh berkata jujur, aku mulai menerima kehadirannya dihari hariku. Walaupun sikap dingin dan tatapan tajamnya tak pernah hilang apalagi berubah, toh aku sudah terbiasa dengan itu semua bukan.
All Rights Reserved
#40
lilycollins
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Life
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • Nice To Meet You
  • KOS MEWAH : MEPET SAWAH
  • When Love is Breaking
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Jodoh Gak Kemana [Re-publish]

MATURE CONTENT. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA [ 21+ ] Dia mendekat ke arahku, bagai dewa kematian yang siap menjemputku. Auranya dingin, menakutkan, dan begitu gelap. kata-kata itu sangat cocok untuk disematkan pada dirinya. Aku seperti pernah melihatnya, mata hijau kebiruan itu. Dimana tapi? Aku bahkan tidak dapat menggunakan otakku dengan benar. Tangannya menyentuh tengkukku. Hal gila yang tak pernah terjadi kepadaku. Jika aku masih waras harusnya aku menendangnya atau bahkan memukulnya saat ini juga. Bagaimana bisa orang asing menyentuhku?! Aku pernah membuat kepala artis terkenal bocor karena memukulnya dengan heels, dia seenaknya memelukku dari belakang saat aku sedang di club malam. Hal gila macam apa yang sedang aku alami? Mataku terpejam seakan menikmati sentuhannya, aku yakin aku sudah tak waras. Aku yakin sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku. Apa yang harus kulakukan? Tubuhku seakan menyambut ketika bibirnya tiba-tiba menempel di bibirku. Sial! Dia adalah orang yang paling menyebalkan dalam hidupku. Bagaimana bisa?! Tapi kami begitu larut, tubuh kami seakan-akan memang ditakdirkan untuk bersama. Larut dalam kenikmatan malam ini, larut dalam buaian satu sama lain. -Jane Bennett

More details
WpActionLinkContent Guidelines