Deep End ✓

Deep End ✓

  • WpView
    LECTURAS 116,006
  • WpVote
    Votos 1,367
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadConcluida dom, sep 13, 2020
TAMAT DI DREAME Dari awal, hubungan ini tak seharusnya terjalin. Lelaki tampan dengan sorot mata tajam dan dingin. Aku tak menyangka akan bertemu dengannya dan bahkan satu atap bersamanya. Tak dipungkiri akan ketampanan dan pesona yang mampu membuat setiap wanita bertekuk lutut. Rambut cokelat keemasan, hidung mancung yang terpahat sempurna, mata dengan hazle cokelat madu yang teduh juga tajam dalam waktu yang bersamaan, rahang kokoh dan bibir merah ranum yang menjadi candu bagi setiap wanita. Pernikahan ini, pernikahan yang terjalin karena sebuah perjodohan perjanjian orang tua kami. Pernikahan yang sudah berjalan selama satu tahun dan tak pernah terjadi apa apa selain sikap canggung jika bertatap muka. Bukan apa apa, pasalnya kami berada disatu atap namun berbeda ruang kamar dan jangan harap berbagi ranjang yang sama. Tidak, tidak sama sekali. Sebenarnya jika aku boleh berkata jujur, aku mulai menerima kehadirannya dihari hariku. Walaupun sikap dingin dan tatapan tajamnya tak pernah hilang apalagi berubah, toh aku sudah terbiasa dengan itu semua bukan.
Todos los derechos reservados
#18
justinbieber
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Butterfly Effect
  • Nice To Meet You
  • -1 MARRIED BY ACCIDENT [ REPOST ]
  • The Fear of Love
  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • [COMPLETED] 7 Days

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido