Bidadari Pencabut Nyawa

Bidadari Pencabut Nyawa

  • WpView
    Reads 6,130
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 10, 2017
SINOPSIS Sejak tragedi pembunuhan yang berlaku beberapa tahun ke belakang, Hutan Nusawungu menjadi hutan 'mati'. Hatta, penduduk setempat yang mendiami mukim Lembah Perawan yang terletak berhampiran hutan itu, dihimpit perasaan takut dengan gangguan makhluk yang dipercayai 'pemilik' dan 'penghuni' Hutan Nusawungu. Pembunuhan Kamelia dan para gadis perawan di mukim itu menjadi satu tanda tanya dan misteri yang begitu sukar dirungkaikan. Kedatangan kumpulan kembara yang mengkaji populasi hutan di Ranau bagai membangunkan 'mereka' setelah begitu lama 'tidur' dalam lena. Semangat yang menghuni hutan itu mula mencari mangsa! Dendam, hambatan perasaan dan percintaan yang berakhir dengan darah! "Kau cinta matiku, Kamelia..." - Fedor "Antara dunia kita dan 'mereka', ada hijab yang memisahkan. Mana mungkin hati dapat bersatu." - Paduka
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midnight Rules (HARQEEL AU)
  • BATAS KEMATIAN
  • Antonio
  • Hutan Terlarang [END]
  • PEDANG NAGA - PENYELAMATAN ALCON TERAKHIR [TAMAT]
  • Seporsi Nasi Goreng dari Ibu (SUDAH TERBIT)
  • Between Crown and Forest
  • Perawan Tak Boleh Pulang [Tamat]

Ada bangunan tua di ujung Lerangjati. Berdiri sendirian, dikelilingi ladang ilalang dan hutan yang terlalu sunyi untuk sebuah siang hari. Warga desa menyebutnya "Sekolah Tengah Ladang"-tempat yang dulunya mansion milik keluarga terpandang, kini menjadi sekolah menengah pertama yang terpencil dan nyaris terlupakan. Tak ada yang benar-benar tahu sejarah lengkap bangunan itu. Yang orang-orang ingat hanyalah bisik-bisik samar: kabar tentang malam yang berubah menjadi kelam, tentang suara tembakan yang membelah sunyi, dan tentang darah yang pernah membasahi lantai marmernya. Tapi itu sudah puluhan tahun lalu. Kini tempat itu tampak seperti sekolah biasa, meski terlalu besar untuk jumlah murid yang sedikit. Dindingnya masih berdiri kokoh, meskipun waktu dan cuaca telah menggerogoti warna-warnanya. Jendela-jendelanya tinggi dan sepi. Pohon oak tua di belakang gedung masih tegak seperti dulu-menjulang, menyimpan sesuatu yang tak pernah bisa benar-benar mati. Dan suatu hari, seorang guru baru datang ke sana. Namanya Aqeela. Ia tidak tahu bahwa langkah kakinya menuju sekolah itu adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar tugas mengajar. Ia tidak tahu bahwa masa lalunya tidak benar-benar terkubur. Bahwa ada jiwa yang masih menunggu dalam diam. Bahwa ada mata yang telah lama mengamati... dan tak pernah benar-benar pergi. Karena tidak semua yang hilang... bisa dilupakan. Dan tidak semua yang mati... bisa dilupakan. [Genre : Horror, Thriller, Mystery, Dark Romance. Genre lain? Akan di add sesuai alur cerita]

More details
WpActionLinkContent Guidelines