Penghianatan

Penghianatan

  • WpView
    Reads 59,525
  • WpVote
    Votes 2,241
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 26, 2020
"Mell.. " panggil Andre sembari menahan tangan Mella. "Apaan lagi sih?? Gue udah muak sama lo ya ndre" Mella pun mencoba tidak tersulut emosi lagi. "Gue masih sayang sama lo, gue minta kita balikan lagi" pinta Andre. "Tuh mulut enak banget kalo ngomong, inget lo dulu yang mutusin gue dan gue juga udah pasrah buat ngelepasin lo gara - gara lo suka sama sahabat gue. Pikirin sesakit hati kayak gimana gue, pacar gue suka sama sahabat gue sendiri yang bener - bener deket sama gue" Mella sudah tidak sanggup menahan air mata di pelupuknya yang sudah mati - matian menahan agar air matanya tidak jatuh cuma gara - gara cowok brengs*k kayak di depannya. "Tapi kan gue udah nyadar kalo gue kagum sama dia mell.. dan gak cinta ke dia mell. " jelas Andre. "Itumah masalah lo, kenapa lo harus cerita gimana lo sama dia pas gue udah gak cinta sama lo ndre" Mella pun melepas cengkraman andre yang tidak terlalu kuat. "Lo gak inget pas lo mutusin gue kayak gitu hah?!?, lo tuh dengan seenaknya kalo bilang sekarang. Tapi lo gak tau perjuangan gimana gue mati - matian buat gak nangis cuma gegara cowok brengs*k kayak lo" dan sekarang emosi Mella benar - benar tersulut hingga ia seperti akan meluapkannya. "Seakan - akan lo kayak gak punya hati dulu mutusin gue didepan orang banyak malu gue ndre, udah cukup lo buat gue malu di depan anak - anak. Dan sekarang lo mohon - mohon ke gue dengan gampangnya, gue gak akan mau balikan sama lo lagi ndre" tolak mella sembari meninggalkan Andre. "Mell.... " teriak andre, sepertinya Mella benar - benar sudah marah besar. Andre tau itu bahkan ia sepertinya belum bisa bertemu dengan Mella lagi karena takut Mella akan malah menjauhinya lagi.
All Rights Reserved
#19
exboyfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • WHO ?
  • Because I'm Stupid (End)
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • DIVIDED LOVE
  • Just Best Fri(end)
  • Melody Arthadiesa
  • AILAH(END)✅
  • ALSTARAN [END]
  • Different [END]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines