City Lights [Slow Update]

City Lights [Slow Update]

  • WpView
    Reads 632
  • WpVote
    Votes 547
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
City Lights, dimana kumpulan cahaya lampu kota membentuk suatu pola abstrak yang mengagumkan. Kerlap-kerlip menyerupai bintang namun bukan di langit tapi jauh di bawah sana. . . . "Ka, gue boleh nanya sesuatu?" tanya seorang dalam kegelapan "Tentu." jawab gadis di sebelahnya. "Kenapa lo se benci itu sama city lights?" "Umm, maksud gue city lights itu keren, pola abstrak yang di hasilkan lampu-lampu kota itu bikin hati gue tenang," memperjelas pertanyaannya. "Itu opini atau pertanyaan?" ucap Aika dengan enggan dan membuat orang di depannya bingung harus berkata apa. "Kalo menurut gue yang lo omongin tadi lebih ke opini daripada ke pertanyaan, setiap orang punya selera masing-masing. Lo suka lihat city lights dari ketinggian? Gue enggak sama sekali, bahkan gue benci kata city lights," ucap Aika datar penuh kebencian. "Tapi di setiap kebencian yang lo punya, lo pasti juga punya alesan kan?" tanya nya lagi. Aika dengan seribu bahasa, memejamkan matanya rapat-rapat membiarkan kegelapan membawanya pada masalalu... ???? Next baca aja!!! Jangan lupa tinggalin voment ya? Aika❤
All Rights Reserved
#29
care
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Study Loving You
  • Lovakarta
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Eliinaa
  • AURORA
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines