seputar pandangan

seputar pandangan

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 11, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman :   “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (Qs. An- Nuur (24): 30) Hai  'Ali, jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan yang     lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan yang pertama, adapun yang     berikutnya tidak boleh." (Hadits riwayat At-Turmudzi dan Abu Dawud. Dan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya oleh jabir bin Abdillah tentang pandangan yang datang secara tiba-tiba, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Palingkanlah pandanganmu itu." Dikeluarkan oleh Muslim, At-Turmudzi dan Abu Dawud Ada tiga orang yang api neraka tidak akan melihat kepada mata mereka; mata yang memelihara dijalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang menahan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah." (Hadits riwayat Ath-Thabarani)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIBALIK SELENDANGMU
  • Cinta Sabrina
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah)
  • La Tahzan
  • Pilihan Allah Pasti Yang Terbaik
  • MENDUNG
  • TENTARAKU dan CINTAKU (COMPLETE)
  • Mutiara dan nasihat ulama,waliyulloh,auliya dn orang sholeh.
  • Ikhlas (End)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, "Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah seraya bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak mendapatkan perlakuan terbaik dariku?" Rasulullah bersabda, "Ibumu". Orang itu bertanya lagi, "kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu". Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu". Dia masih bertanya, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Beru Ayahmu" Kita tumbuh bukan karena bisa berdikari sendiri, tapi dibelakang kita masih ada seseorang yang selalu menjadi motivasi dalam hidup kita. apakah kalian percaya itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines