Holding Souls

Holding Souls

  • WpView
    Reads 572
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 25, 2018
Apa yang akan kau pikirkan ketika kau mengetahui bahwa aku memiliki 2 jiwa yang berbeda? Yang takkan pernah kau sangka sama sekali? Mungkin kau mengenal dan menjalin hubungan yang erat dengan salah satu jiwaku, tetapi apakah kau bisa mengenali jiwaku yang satunya lagi? Apa yang akan kau lakukan..... Setelah kau tahu..... Bahwa jiwaku yang satunya tak mengenalimu dan merupakan kebalikan dari jiwa yang lainnya? Kujamin, kau takkan menyukai hal yang satu ini. [s l o w u p d a t e]
All Rights Reserved
#780
korean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Vinyl Record | Park Jihoon
  • "2Personality" [TaeRin][End][✔]
  • Kamu [SELESAI]✔
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Merried By Accident (END)
  • Abah Dosen [COMPLETED] | TAMAT
  • It Always Has to Be You [On Going]
  • my story

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines