Rasaku (tanpa) Rasamu

Rasaku (tanpa) Rasamu

  • WpView
    Reads 17,636
  • WpVote
    Votes 616
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 4, 2019
Jika pagi memiliki embun, Senja memiliki jingga, Malam memiliki bintang. Dan jika Milea memiliki Dilan, Cinta memiliki Rangga, Salma memiliki Nathan. Tapi mengapa aku hanya memiliki bayangmu? Yang semakin hari semakin pekat. Parahnya, namaku saja tak pernah terlintas dalam pikiranmu. Saat itulah aku menyadari bahwa hanya ada rasaku saja, tanpa ada balasan rasamu.
All Rights Reserved
#132
aku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Lewat Mediasi (TAMAT)
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • My Qoutes of the days
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]
  • Diam
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • Romansa Tak Terduga [END]
  • Persahabatan Dan Cinta Pesantren [END]

Disclaimer❗❗❗❗❗ [cerita ini merupakan cerita fiksi yang terinspirasi dari puisi yang saya buat sendiri. Bukan hasil plagiat dari siapapun. Karena kebetulan saya suka membuat puisi] jangan lupa vote dan komen ya teman sebagai bentuk apresiasi. ありがとうございます (Terimakasih)😇 Maaf banyak typo, pemula soalnya Harap di maklum🙂🙏 Ada beberapa kata kasar di dalamnya Bijaklah dalam membaca Ambil baiknya buang buruknya yaa 『Puisi di spil di ending🌺』 〖Tapi sebelum kesana baca dulu dari awal biar nyambung sama kisahnya pas nyampe di puisi yaa💕〗 Happy Reading Time❤ 。。。。。 Anaya Aurelia Dela, seorang remaja SMA yang hatinya sudah lama terpenjara oleh sahabatnya sendiri. Zayan Arshaka, seorang lelaki berparas tampan, cerdas, pintar, dan di kelilingi oleh harta yang bergelimang, membuatnya terlihat seperti sosok yang sempurna. Menjalin persahabatan dengan sosok seperti Zayan memang lah tidak mudah, terlebih segala perhatian yang Zayan berikan kepada Anaya telah berhasil membuat hatinya terpenjara. Namun terlalu banyak penghalang bagi Anaya untuk mengungkapkan perasaannya, terutama perbedaan kepercayaan yang sangat jauh bagaikan sebuah tembok raksasa yang berhasil menghalangi perasaannya. Lalu apakah yang akan Anaya lakukan untuk perasaannya? Akankah perasaan yang sedari dulu di pendamnya terbalaskan? 。。。。。 Dilarang keras untuk plagiat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines