"G-gue suka sama lo," ungkap seorang laki yang beralis tebal, badan tegap, hidung mancung dan wajah tampan.
"Makasih," hanya itu yang dikatakan oleh perempuan berambut sepunggung, hidung mancung, dan berwajah cantik yang berdiri di samping lelaki tersebut.
"Nanti kalau udah lulus kuliah, lo mau kan jadi ibu dari anak-anak gue?," Perempuan yang berdiri di sebelahnya hanya tersenyum simpul.
"Jawab!," lanjutnya.
"Masih lama, sekarang aja masih SMA. Udah mikirnya jauh banget," ucap perempuan tersebut
"Kan gue lagi menata masa depan kita," Perempuan yang berada di sampingnya hanya tersenyum simpul.
Mengapa lelaki tersebut tidak menjadikan perempuan sebagai pacar, melainkan sebagai istri nya kelak?. Apa perempuan tersebut mau menjadi istri nya atau tidak?
Buat yang baca cerita ini, maaf banget ya!
Jadi, urutannya tuh ada yang ke acak gitu.
Jadi kalau baca, kalian liat nomor nya. Biar bacanya juga terurut dan ceritanya nyambung.
Terimakasih.
--------------
"Kenapa lo harus jatuh cinta sama gua!"
"Emang kenapa? Apa gua salah jatuh cinta sama sahabat gua sendiri"
"Tapi gua hanya anggap lo sahabat! Gak lebih! Gua harap lo hapus semua perasaan lo ke gua!"
"Lo pikir hapus perasaan ini gampang? Susah! Karena lo selalu memberikan perhatian lebih ke gua. Gua kira lo juga rasain hal yang gua rasain"
"Lo kan tau kalau gua jatuh cinta sama seseorang!"
"Tapi gue cinta sama lo!"
----------------------