Pathological Love [BxB]

Pathological Love [BxB]

  • WpView
    Reads 1,859
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
[WARNING: BL story; Further reading at your own risk!] "Sekalipun kamu bukan datang untuk menetap disini, saya bersyukur semesta mengizinkan jiwa kita saling bersilangan pada satu titik sehingga dapat bertemu. Mungkin nanti, di kehidupan selanjutnya. Di saat kita berdua sama-sama terlepas dari raga dan menyisakan rasa. Di saat cinta mampu menghapuskan segala batasan yang ada. Karena, bukankah seharusnya cinta adalah cinta? Kenapa harus dipertanyakan lagi?" Benedictus Alfian Adijaya, atau biasa dipanggil Ben, merupakan seorang peserta pendidikan program dokter spesialis yang secara tidak sengaja bertemu dengan Yona Pratama di IGD rumah sakit saat sedang jaga malam. Satu demi satu rangkaian kejadian yang terus mempertemukan mereka membuat Ben yakin mungkin pertemuan mereka berdua bukalan sebuah sekedar kebetulan semata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Heartbeat [ Completed ]
  • Jurnal Dokter Muda
  • My Heroine - YIZHAN
  • Healing You Healing Me (HIATUS)
  • An Assistant

Abela, dokter spesialis jantung dengan karir cemerlang. Punya banyak fans, sayangnya playgirl. Eits, playgirl bukan sembarang playgirl, bukan doyan gonta-ganti cowok, tapi cewek. Sekali lagi... cewek! Cantik, tinggi, pinter, bodinya... auranya... wuh, siap2 belok deh. Marsya, abg yang menjelang dewasa. Punya hobi unik, selalu daftar jadi pasien hampir setiap hari cuma untuk bertemu dokter Abela. ---------------- "Kayaknya jantung saya makin gak sehat dok." "Kamu sehat. Jantung kamu sehat. Sama seperti kemarin, kemarin lusa, kemarinnya kemarin, dan kemarin kemarin sebelumnya." "Ih serius deh dok, jantung saya selalu ngajak perang tiap natap mata dokter, jedug-jedugnya gak selow. Kayaknya saya gagal jantung deh dok." "Kamu harusnya ke spesialis saraf bukan jantung, kayaknya saraf kamu ada beberapa salah tempat." "Ah dokter, tau saya luar dalam. Jadi terharu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines