Not A Perfect Husband ✔

Not A Perfect Husband ✔

  • WpView
    Membaca 471,587
  • WpVote
    Vote 25,597
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadLengkap Sab, Sep 11, 2021
Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#37
rude
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • You Came Back [PRIVATE] #2
  • Jejak wasiat kakakku
  • Can You Hear Me?[SELESAI]
  • My Husband| mpreg [Bxb] Terbit
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Sekali Lagi (End)
  • Cool Man
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Be My Husband [END]
  • Aku, Kamu dan Hujan

SEQUEL OF NOT MEANT TO BE . . . "Ayok, duduk ya semuanya. Biar Bunda yang pesen, oke?" "Siap, Bunda!" Jawab serentak si kembar. Bagas hanya tertawa melihat tingkah kedua anaknya tersebut, sama sepertiku, hanya tertawa. Ku langkahkan kaki ini ke arah pemesanan makanan, saat aku hendak membuka suara untuk memesan, lelaki disebelahku menyerobotku dan memesan makanannya terlebih dahulu. "Hei! Tidak kah kamu tau arti dari mengantri?!" Sewot ku pada lelaki itu. Betapa kagetnya aku saat ia menolehkan wajahnya ke arah ku. Wajahnya masih sama. Bahkan parfume yang terciumpun juga masih sama seperti dulu, 8 tahun lalu. "Vanno?" "Rere?" Kenapa dia harus kembali, Tuhan. . . . ADA BEBERAPA CHAPTER YANG AKU "PRIVATE" LOH, JADI KALIAN HARUS FOLLOW AKU DULU UNTUK BACA CHAPTER YANG AKU "PRIVATE". Terima kasih :) . Copyright © December 2015 by bilbile

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan