Not A Perfect Husband ✔

Not A Perfect Husband ✔

  • WpView
    LECTURES 473,197
  • WpVote
    Votes 25,654
  • WpPart
    Chapitres 32
WpMetadataReadTerminé sam., sept. 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^
Tous Droits Réservés
#6
rude
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Lathifa [END]
  • Sekali Lagi (End)
  • Just Marriage (JPB Sesi 2) [TERBIT]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Cool Man
  • The Somplak Wedding
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Be My Husband [END]

[Spiritual-Romance] [TERBIT] [COMPLETED] [Disarankan untuk membaca Assalamu'alaikum!! Wahai Imamku! terlebih dahulu, karena ini sequel dari cerita itu] Arsyad membersihkan darah segar yang mengalir di bibirnya dengan ibu jarinya. Tangannya bergerak mengambil sapu tangan di saku celananya dan memberikannya pada Lathifa. "Saya tidak apa-apa. Jangan menangis," Lathifa menerima sapu tangan Arsyad dan menutup wajahnya. Terdengar suara pukulan demi pukulan. Kemudian suara hening. Lathifa merasakan dahinya terketuk oleh benda keras. "Kenapa?" tanya Lathifa dengan nafas masih sesenggukan. Matanya menatap intens wajah Arsyad. "Mau nikah sama saya?" Arsyad duduk dengan kaki kanan lurus ke tanah sedangkan kaki kiri menekuk ke atas. Menambah kesan keren bagi Lathifa. ______________________________________________ Jadwal Update Selasa, kamis, dan sabtu Start writing [02 Juli 2018] Finish writing [8 Januari 2019]

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu