
"Anu, Bel." "Apaan?" "Itu, nganu." "Apa sih, Ga? Gajelas lu." Abel pun berlalu meninggalkan Gaga sendiri di parkiran sekolahnya. "Tuh orang uda sinting kali ya, ngomongnya anu anu doang. Siapa yang paham coba?", ucap Abel pada dirinya sendiri. • • • • • Ini bukan kisah roman picisan yang melulunya romantis, bukan juga cerita mellow yang bikin pembacanya nangis. Ini kisah tentang sesuatu yang tak pasti, tentang dua insan manusia yang hidup dalam ragam perbedaan. Dapatkah segala liku yang terjadi dapat dihadapi? Dapatkah candanya menghapus luka hati yang telah lama terpatri? Temukan jawabannya dalam kisah ini, dimana segala ketidak pastian bermula.Tutti i diritti riservati
1 parte