Story cover for Tempat Singgah by tempatsinggah
Tempat Singgah
  • WpView
    Reads 917
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 917
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 12, 2017
"Mmm... Bagaimana jika hari itu kita tak bertemu? Bisa saja mmm... hari itu hujan turun, lalu kamu memutuskan untuk naik mobil bersama Pak Sentoso, supir jemputanmu itu." Tanyaku dengan nada sedikit serius, sembari sesekali memasukkan popcorn ke mulutku.

"Yaa, berarti aku masih sama Bagus sampai detik ini." Jawab Riana.

"Kalau begitu, sampai detik ini aku masih jomblo dong?" 

"Iya...." Suaranya pelan, tertelan rentetan iklan dari film yang akan segera diputarkan.

"Kalau begitu, kita ngapain di sini?" Aku bertanya untuk berusaha mendapatkan kepastian tentang tujuan keberadaanku menemaninya.

"Sssst.. Udah mau mulai." Kata Riana pelan sembari menyenderkan kepalanya di pundakku.

Kedua lengan kami saling menyilang, jemariku digenggam erat olehnya, dan pipi Riana yang hangat mendarat tepat di pundakku. Begitu tepat seolah pundakku memang diciptakan untuk tempatnya bersandar. Begitu hangat sampai menenangkan beribu macam pertanyaan yang hendak aku lontarkan sebab telah mengisi ruang kepalaku untuk waktu yang lama. Seolah percakapan yang aku dan Riana lakukan beberapa menit sebelumnya tak pernah terjadi dan aku kesampingkan begitu saja. Bilapun ada satu hal yang aku pikirkan, adalah bagaimana caranya agar film yang kami pesan tak pernah selesai dan jemari kami dapat tetap saling mencengkram.
All Rights Reserved
Sign up to add Tempat Singgah to your library and receive updates
or
#74word
Content Guidelines
You may also like
goevendoces ( Alamat kelamin di usia 12) by asvidi
49 parts Complete Mature
tidak ada yang tidak mungkin dari kekuatan doa, mereka bilang itu mustahil, namun itulah nyatanya. Mengabdi pada tuhan memang pilihan yang terbaik dari apapun pilihan yang baik. Cinta yang baik bukanlah cinta yang membenarkan kesalahan, yang melanggar aturan dan batas wajar hanya karena alasan saling mencintai, cinta yang baik adalah cinta yang saling menjaga , yang saling mendorong satu sama lain untuk melalui hidup dengan jalan dan cara yang baik . --- Cup diluar dugaan Rian, Angel tiba-tiba saja mengecup bibirnya, tidak hanya mengecup bahkan dia memagut bibir Rian dengan lembut, Rian hanya diam saja. Cukup lama Angel memagut dan mengulum bibirnya walau Rian tidak sedikitpun memberikan perlawanan, dia hanya diam mematung dan memejamkan kedua matanya. Mencoba meresapi dan menikmati lembutnya bibir Angel yang sedang memainkan bibir merahnya. Sampai kemudian Angel melepaskan kecupan itu dan memandang Rian tanpa berkedip. " kamu tahu alasannya Rian, alasan kenapa aku ngelarang kamu buat ketemu Gisa" Rian ikut memandang Angel dengan dalam. " do you love me?" Angel menarik nafasnya dengan dalam sebelum akhirnya dia memberi jawaban. " mybe , yes Rian..! " Beg.! Jawaban itu menghentakan jantung Rian.! Mana mungkin, itu tidak boleh Angel, itu tidak boleh.! ya tuhan, kita gak boleh saling jatuh cinta Desis Rian dalam hati. Mendengar pengakuan itu Rian membungkam sesaat, kemudian dia mengarahkan kelima jemarinya untuk menyentuh pipi halus Angel. ---
You may also like
Slide 1 of 7
Langkah Seiring (END+EXTRA PART) cover
Alenara; Living in a Fairy Tale cover
goevendoces ( Alamat kelamin di usia 12) cover
Cinta dan Takdir Rania [End] cover
Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover) cover
Istri Sah Ikky [B×B] cover
The Last Birthday With You  cover

Langkah Seiring (END+EXTRA PART)

44 parts Complete

Story of Gandhi & Rania "Ran, will you marry me?" "Kalau kamu merasa terbebani dengan nama besar keluargaku, ayo nikah tanpa orang lain tau" "Kalau kamu ingin mandiri dengan hasil kerja kerasmu sendiri, aku gak akan memberi apapun" "Kalau kamu ingin melanjutkan cita-cita dan pekerjaanmu disini, aku gak masalah kita berjauhan" "Tapi, aku ingin kamu yang jadi istriku. Kamu gak perlu mengejar langkahku sendirian. Aku akan membimbing kamu untuk disamping aku selamanya" "aku cuma ingin kamu ada dihidupku..." Sequel: Berpijak dengan Dua Kaki