Dia Milik Hatiku !

Dia Milik Hatiku !

  • WpView
    LECTURAS 8,674
  • WpVote
    Votos 128
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContenido adultoConcluida dom, mar 31, 2019
Syaqim bagaikan buaya bagi sesetengah wanita yang mengenalinya . Dia sering bertukar pasangan seperti menukar pakaian harian . Tan Sri dan Puan Sri sering menasihati anak terunanya itu . Namun , apabila Syaqim menemui cintanya , Puan Sri dan Tan Sri tak boleh nak terima . Kenapa ? Sehingga Puan Sri Raisya sendiri yang perlu mencari calon buat puteranya . "Qim , mama nak Qim kahwin dengan pilihan mama . Keputusan mama muktamad !" - Puan Sri Raisya . "Mama tak adil ! Qim tak nak kahwin ! Qim boleh jaga diri sendiri lah , ma . Lagipun Syaqim cintakan orang lain . Ma~ " - Syaqim Haiqal Bahagiakah Syaqim dengan pilihan mamanya ? Bacalah kalau nak tahu ✌
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • My Heart is Calling You✓
  • Cinta Dua Negara
  • [✓] HAZA || END
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Takeaway
  • DEHANDAR & AQILLA [YOUNG MARRIAGE]
  • Still, I Choose You [ ON GOING ]
  • Unchangeable love [ON GOING]
  • Karena Kamu Rumahnya

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido