Menanti Jawaban

Menanti Jawaban

  • WpView
    Reads 275
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 13, 2017
Bagaimana jika di dunia ini tak punya suatu ukuran untuk membedakan antara kebenaran dan kejahatan? Bagaimana jika orang baik juga diberi hukuman. Jika siang dan malam masih bisa dibedakan lalu mengapa yang hakiki dan yang batil tak bisa dibedakan. Apa sebenarnya yang buta pada diri manusia? Apakah mata mereka yang buta atau malah hati mereka? Tapi sebagai manusia, mahluk hidup yang paling sempurna, janganlah memandang hidup ini dari satu sudut saja, berilah penglihatan pada mata kita untuk melihat tiap sudut yang berbeda. Terkadang kita hanya melihat ujian yang diberikan tapi kita tak melihat makna disebalik ujian. Tuhan menciptakan manusia dengan dua pilihan, hidup atau mati, melanjutkan atau mengakhiri, mencela atau mencaci. Percayalah, Hidup bukan untu disesali namun untuk di jalani. Hidup bukan untuk ditangisi tapi di syukuri. Rubahlah pandangan kita untuk kehidupan. Pandanglah kehidupan dengan nurani. Renunglah kehidupan dengan sanubari. Jadilah seperti Akhyar. Meskipun seumur hidupnya dituduh mencuri, diikat disebuah pohon besar, diberi makanan bekas, dicaci maki, dipukuli, tapi ia tak pernah mencoba menanam dendam didalam hati. Ia selalu menjadi insan pemaaf yang, rendah hati dan selalu mensyukuri. Hanya satu yang ia sesali selama hidupnya. Ia hanya rindu pada ibunya, namun rindunya tak pernah tersampaikan. Hingga ia tahu bahwa ibunya telah tiada.
All Rights Reserved
#114
hukuman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • BACKSTREET
  • REGAN's Crazy Wife

Dirinya takut jika untuk kedua kalinya ia mati.. "Berhubung lo udah sadar, sekarang cepet kerjain tugas lo!". Chana menggeleng cepat, tidak ingin melakukan apapun yang pernah dilakukan oleh pemilik tubuh ini yang dulu! Sargas mengangguk, bibirnya membentuk senyum sinis yang kentara. "Oke kalau gitu berarti lo emang udah siap video lo pas gerak di atas gue di liat semua orang" Anj- 5yy Chana melotot, menatap garang pada Sargas yang malah menunjukkan ekspresi penuh kemenangannya. Dirinya menatap lelaki itu dengan pandangan memohon, "A-aku bakalan gantiin uang yang udah kamu kasih". Chana menatap mantap pada Sargas, ia akan mengganti uang lelaki itu, jadi impas kan? Sargas tertawa sinis. " Emang lo mampu?" Warning! Don't repost my story. Yang COPY PASTE/PLAGIAT kena denda 100 juta. Cari ide itu gak gampang! Thank you.t

More details
WpActionLinkContent Guidelines