Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 19, 2017
Kisah seorang wanita yang menyembunyikan rasa sakit mereka di balik senyumnya. Elvaretta Elnira Millenia. Seorang stalker handal yang sering 'membuntuti' si primadona pujaan nya. Semua berawal dari pertemuan tidak sengaja dia dengan pria itu, yang tidak diketahui nama nya. Ia bertekad akan mencari tahu tentang dia. "Gue gak bisa lupain dia. Seberat apapun gue melupakan dia, semua terasa hampa, malah semakin sakit. Gue cuma bisa tersenyum dibalik rasa sakit gue ketika lihat dia bareng orang lain." ----- Erlangga Wirayudha. Seorang primadona bagi Retta. Dia juga bingung, apa yang cewek itu lihat dari sisi Elang? Elang merasa tidak memiliki banyak kelebihan yang selalu dipuja orang lain. "Lo itu bawel, childish, geeran, baperan, sumpah Lo itu kurang piknik! Pantesan aja gak ada yang mau sama lo karena sifat lo itu!" Cover by @wattpadscaffe
All Rights Reserved
#44
eccedentesiast
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Tale Of True Love (Selesai)
  • (not)my dream wedding {END}
  • ELANG & ELENA
  • Orange Maple » Chenle X You
  • Our Journey To Love
  • Past, Please! (COMPLETED)
  • Semu [Completed]
  • || I'm NOT Her || End ✔
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • EPIPHANY

Terbangun dari tidurnya. Drupadi menyadari ada sosok lain di balik selimut putih yang ia kenakan. Tubuhnya terasa hangat oleh pelukan tubuh lain. Oh tidak! Siapa gerangan yang berani melakukan hal tidak senonoh kepada Drupadi yang terhormat. Merasa tubuh sang wanita bergerak, sosok lain itu membuka matanya dan mengeratkan pelukan pada tubuh Drupadi yang tak berpakaian. "Siapa kamu?!" hardik Drupadi sembari mendorong dada lelaki yang berbaring di sampingnya. Lelaki itu mengerjapkan matanya. Rambut sepunggungnya yang tebal terurai indah menghiasi tubuh kekar berkulit coklat terang. Tidak. Kacau sekali, siapa laki-laki ini? Mengapa berpenampilan aneh? Ia malah tersenyum manis menyilaukan, jika saja bukan begini situasinya, Drupadi akan memilih untuk melongo sekejap. "Kau terbangun? Apakah kau bermimpi buruk, Panchali?" * Ini cerita time travel, coba dibaca sedikit dulu. Siapa tau klop.

More details
WpActionLinkContent Guidelines