Kata-Kata & Puisi Cinta Sejati

Kata-Kata & Puisi Cinta Sejati

  • WpView
    Reads 7,420
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 13, 2017
Cuma dirimu seorang yang bisa meluluhkan hati ini. Kamulah yang terindah dalam hidupku. Aku ingin meraih kembali cintamu menjadi kenyataan. Saat diriku dalam siksaan cinta, dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkan aku. Tak ada yang salah dengan CINTA. Karena ia hanyalah sebuah kata dan kita sendirilah yang memaknainya. Mencintaimu adalah inginku. memilikimu adalah dambaku. meski jarak jadi pemisah, hati tak akan bisa terpisah. Dalam cinta ada bahagia, canda, tawa, sedih, kecewa, terluka, semua itu tidak akan terlupakan dalam hal cinta, itu yang artinya cinta. Seseorang yang berarti, tak akan dengan mudah kamu miliki. Jika kamu sungguh mencintai, jangan pernah berhenti berusaha untuk hati. Jika esok pagi menjelang, akan aku tantang matahari yang terbangun dari tidur lelap nya. Ketulusan cinta hanya dapat dirasakan mereka yang benar-benar mempunyai hati tulus dalam cinta. Kamu tak perlu menjadikan dirimu cantik/ganteng untuk bisa memilikiku, kamu hanya perlu menunjukkan bahwa aku membutuhkanmu. Ada seribu hal yang bisa membuatku berpikir ununtuk meninggalkanmu, namun ada satu kata yang membuatku tetap disini. Aku Cinta Kamu. Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu.
All Rights Reserved
#26
akusayangkamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • About You Dandelion
  • Rindu yang berjarak
  • You are in my past and my future [END]
  • LELAH
  • Surat Cinta Untuk Ibu
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • DikaRanggi
  • KONSEKUENSI HATI

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines