Sahila....

Sahila....

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 5, 2018
Mungkin sahila sudah lama menyimpan rahasia besar dalam hidupnya. Dimana ia telah berjanji pada dirinya sendiri tak boleh seorang pun didekatnya yang tau keadaannya. Meski ia tau sebuah pepatah "sepandai2nya tupai melompat pasti akan jatuh juga". Tapi tekadnya telah bulat ia hanya akan menyerah jika takdir yang membuatnya menyerah. Meski ia harus hidup dengan topeng yang ia buat sendiri.
All Rights Reserved
#87
satu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THANK YOU MAHESA
  • Echoes of Wings
  • Balikan (?) sama MANTAN (?)
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • RELUCTANTLY YOURS
  • Setelah Perpisahan
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]

Lili tidak pernah menyangka bahwa kepindahannya ke Blitar akan mengubah hidupnya selamanya. Malam pertama di rumah barunya, sebuah kejadian aneh terjadi-sebuah buku jatuh dari meja belajarnya tanpa sebab yang jelas. Dari kegelapan, muncul sosok pria tampan dengan tatapan teduh yang memperkenalkan dirinya sebagai Mahesa. Bukan manusia, bukan pula makhluk biasa, Mahesa adalah penjaga yang selalu berada di sisinya, melindunginya dari bahaya yang tak kasat mata. Seiring berjalannya waktu, Lili mulai terbiasa dengan kehadiran Mahesa. Mereka berbagi cerita, tawa, dan kebersamaan yang tak tergantikan. Mahesa bukan hanya pelindung, tetapi juga sahabat dan sosok yang mengisi ruang kosong dalam hati Lili. Namun, seindah apa pun kebersamaan mereka, Mahesa hanyalah makhluk dari dunia lain yang tak bisa selamanya berada di sisinya. Ketika Lili mulai menyadari perasaannya, Mahesa harus pergi. Dia percaya bahwa Atya, seorang teman dekat Lili di dunia nyata, adalah sosok yang lebih pantas untuk melindunginya. Perpisahan yang tak terhindarkan ini menghancurkan hati Lili, namun Mahesa telah memastikan bahwa ada seseorang yang akan selalu ada untuknya. Dengan air mata yang jatuh di tepi pantai, Lili mengucapkan selamat tinggal pada Mahesa, menyadari bahwa Cinta Sejati Tak Selalu Harus Memiliki. ~25.01.29

More details
WpActionLinkContent Guidelines