And
  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 2, 2017
" Za... apa yg membuatmu kembali, setelah sekian lama pergi? ".Tanya Risa sambil memandang mata Riza. "Aku tidak tahu apa yg membuat aku kembali. Yang pasti, aku sangat bahagia dengan takdir manis ini. salah satunya menemukanmu kembali. Dan aku tidak pernah menyesalinya." Jawab Riza mantap, ia menatap mata Risa intens. "Aku takut kamu pergi lagi, za... " Keluh Risa menundukkan kepalanya. "Angkat kepalamu sa, tatap mata aku. Aku tidak sebodoh itu sa. Dengar! aku tidak akan pernah berjanji akan tetap selalu ada di sisi kamu. tapi aku janji meskipun samudera memisahkan kita, perasaan ini hanya tetap milik kamu. Ingat Sa! cuma kamu. " Riza meyakinkan. " Iya za, aku tahu... " jawab Risa, menunduk lagi. Riza langsung membenamkan kepala Risa di dada bidangnya. "Percaya sama aku sa, bahwa aku mencitaimu. Dan aku pun percaya, bahwa kamu juga mencintaiku. Love You Risa. " Sebuah bibir mendarat dikening Risa. Risa mendongakkan wajahnya. "Iya za, aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu"
All Rights Reserved
#582
rekomendasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One Last Time
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • J AND THE SUNSET
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • X-Rival
  • Shivviness[END]
  • My best friend is my Husband || JL
  • POSESIF | JENLISA
  • Violin  • completed

Plak!!! Lisa terdiam merasakan panas di pipinya, saat kekasihnya yang dia cintai menamparnya. Hatinya terasa begitu sakit. Apalagi, dia melihat sang kekasih tengah berkencan dengan selingkuhannya. "Dengar! Aku menerimamu hanya karna KASIHAN, Lalisa Manoban! Mulai sekarang, kita tidak memiliki hubungan apapun lagi, kita PUTUS!" ____ Seperti tersambar petir, dia tertunduk dengan mata yang memerah saat menyaksikan eomma, satu-satunya keluarganya yang masih hidup, kini sudah pergi meninggalkannya. "Eomma... Hiks... Jangan tinggalkan Lisa sendirian... Hiks... Hiks, Eomma.."

More details
WpActionLinkContent Guidelines