Harapan

Harapan

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 14, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang Remaja kelahiran MALAYSIA namun asli sebagai warga negara Indonesia. orang-orang mengenalnya ialah sebagai laki-laki yang tidak pernah mengenal lelah dan berulang-ulang dia dipatahkan dengan sebuah keinginan setiap orang, tak pernah sekalipun dia merasakan patah bahkan jatuh. Tumbuh dan membesar di kebun kelapa sawit, tak pernah membuatnya merasa malu untuk menceritakan sejarah hidupnya sebagai seorang anak TKI. Kehidupan yang dia lalui diartikan sebagai proses terindah yang dimilikinya. Berjalan dan melangkah jauh agar keinginan dan harapan orang yang dia sayangi dan cintai terkabulkan. "Aku belajar banyak dari Pahlawan yang bukan malaikat tapi pahlawan terhebat, kuat, tekun dan bertanggungjawab" terangnya. Dalam hal apapun bahkan mengeluh tak pernah terucapkan dari mulut pahlawannya. Surganya yang mengartikan hidup untuk mengharuskan dia memiliki pondasi dari iman, kesabaran, keikhlasan, ingin berproses, usaha dan siap menerima kegagalan sebagai guru terbaik. langkah dan tujuannya untuk mewujudkan sebuah "HARAPAN" ingin dia segera wujudkan sehingga merantau ke negeri sendiri harus dilalui.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayah Ibu pundakku berat
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • Kepingan Kisah dalam Sejarah
  • Sebuah Pengabdian
  • Angkasa dan Cerita
  • ALLAND
  • Aralie, Maafkan Aku
  • Semua yang Terjadi Atas Izin Allah SWT.

Seorang anak kedua laki laki yang tumbuh dalam keluarga berkecukupan harus menghadapi kenyataan pahit ketika kehidupan keluarganya berubah drastis. Kelahiran adik bungsunya dan biaya kuliah kakaknya yang tinggi membuat kondisi ekonomi keluarganya merosot tajam. Gagal panen berturut-turut memaksa orang tuanya berhutang besar, hingga akhirnya mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan baru, sementara dia harus bertahan seorang diri. Di usia yang masih belia, dia dipaksa menghadapi kenyataan hidup yang kejam. Hinaan, cibiran, dan tatapan merendahkan menjadi makanan sehari-hari. Namun, dalam keterpurukan, dia bertekad untuk bangkit. Jalan terjal yang dilaluinya mengasahnya menjadi seseorang yang lebih kuat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines