Bercak Kata

Bercak Kata

  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 30, 2022
WpInfo
Poetry
Aku mencoba kuat di setiap pijakan langkah kakiku. Aku bisa lelah dengan sendirinya bila aku tak bisa mengkontrol diriku. Jangan salahkan aku bila suatu saat kau menerima apa yang pernah kau lakukan padaku. Aku tak pernah meminta lebih, aku berusaha diam di setiap iriku. Aku diam bukan untuk menjadi pengecut tetapi terkadang diamku tak ingin memperpanjang masalah. Di sinilah tempatku mengadu disaat semua masalah menghampiriku. Terkadang aku berfikir itu hanyalah mimpi.
All Rights Reserved
#246
pergi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Unfinished Goodbye
  • DUA GARIS
  • Backstreet
  • THE ROOM
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • Out Of Nowhere [I Thought We Had More Time]
  • Perihku Ditinggalkan
  • SECOND LEAD

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines