The Boom!!!

The Boom!!!

  • WpView
    Reads 337
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 17, 2018
"hukuman apa? Hukuman apapun akan saya lakukan." jawab Brela dengan polosnya. "ohh, lo semangat banget yaa? hukumannya, Lo harus minta semua tanda tangan osis dan itu termasuk gue, osis disini jumlah nya kira kira mungkin delapan puluh an, dan gue kasih lo waktu 2 minggu! " Jawab Rendy. - - - - - - - Berasal dari ketelatan, tiba tiba jadiiiii... :)) Nah lohhh!! Mending langsung baca ceritanya aja! 👌
All Rights Reserved
#670
ketua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • The Secrets of Prince
  • Troublemaker vs Ketua osis(REVISI)
  • Raquilla
  • Break The Mold [END]
  • Bad Girl VS  Ketua OSIS[REVISI]
  • Cinta? RASAIN SENDIRI
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • RAVIEL [END]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines