Discipline

Discipline

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 30, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"jadi orang tu harus di siplin kalo gak disiplin masa depan kamu mau jadi apa?" ucap kala sambil benerin dasi Raymundo "ya gini nih yang cocok buat gue" jawab Raymundo yang semakin dekat dengan kala "maksudnya ?" tanya kala dengan detak jantungan yang dugg... Duggg "Jantung lo kok gitu banget, lo grogi yaa" tanya Raymundo sambil menaikkan alis "eee..ee..nggak" jawab kala dengan gugup "nggak usah gugup gitu kal..... Kal gueee..." ucap alvaro sambil memegak tangan kala "apa ? Suka sama kala ? Hahaha just kiding " tanya kala "tepatt banget looo..." Kala diam dan malu karna ucapannya tadi. "yaudah dulan yaa, see you kala sayang"
All Rights Reserved
#32
kasmaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Sweet Combat
  • Arsyilazka
  • Tentang Kita (ON GOING)
  • She Pluviophile
  • Three Targeted Girls!!
  • ON SIGHT (Completed)

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines