#101 Keping Hati

#101 Keping Hati

  • WpView
    Reads 33,039
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 8, 2018
(TELAH TERBIT) Berbicara perihal seantero hati. Bagaimana bermetamorfosa menuju pribadi yang lebih baik . . . Alhamdulillah hadza min fadhli rabbi. Alhamdulillah penulisan kuotes #101 Keping Hati (pakai hastag y😊) telah diselesaikan. Dan insyaallah akan segera diterbitkan. Terimakasih atas semua pembaca semoga ada hikmah yang dapat dipetik didalam nya.
All Rights Reserved
#682
rohani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • After Meet You [ REVISI SELESAI ]
  • [1] Salah Khitbah [TAMAT] ✔️
  • With You Until Jannah √ || End
  • Cinta Sejati
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • Muara Cinta Zahra [On Going]
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Dibawah Hujan [END]

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines