We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kenangan

Kenangan

  • WpView
    Reads 12,938
  • WpVote
    Votes 297
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 10, 2019
WpInfo
Poetry
Ingin ku musnahkan, namun aku tak berhak memaksa untuk melupakan. Kenangan yang begitu rumit, kenangan yang begitu manis, selalu terbayang difikiran. Biarlah kenangan ini ku torehkan disetiap bait puisiku, agar kamu yang telah mengisi disetiap halamanku tetap abadi dalam goresan jemariku. *Ini adalah kisah pribadiku yang aku jadikan puisi. Puisi tentang kenangan masa lalu.* Please pakai hastag #ichaKNpuisi untuk memposting puisi-puisi ku dimedsos ya guys. Jangan lupa follow dan vote ya😊
All Rights Reserved
#121
kosong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SMARA DIKTA
  • Tentang dia (END)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Kisah Kita Dan Hujan
  • Putra My IronMan (On Going)
  • Sedna
  • Equinox

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines