Love Is Never Enough

Love Is Never Enough

  • WpView
    Reads 5,882
  • WpVote
    Votes 248
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
" ka ko kaka ngerokok sih " tanya keila. " bukan urusan lo " sahut gavin dengan menghisap rokok tanpa melirik keila. Keila langsung menghampiri tempat duduk gavin dan menepis tangan gavin yang sedang merokok. Gavin menatap tajam keila dan langsung berdiri " lo itu bukan siapa siapa gue , lo kenapa deketin gue terus lo apa dari gue, apa lo ingin kekayaan gue , apa status gue yang tenar di sekolah, dasar MURAHAN!!" Bentak gavin dengan pergi menabrak bahu keila " GAVIN NARENDRA" Teriak keila. gavin langsung menghentikan langkahnya tanpa membalikan badannya. "Maksud lo apa ngomong kaya gitu, walaupun seantreo sekolah takut sama lo tapi gue gaakan pernah sedikitpun takut sama lo gavin!dan lo harus tau gue punya harga diri,lo gabisa seenaknya ngerendahin harga diri cewe!" Ucap keila sambil menahan air matanya, keila langsung pergi meninggalkan kantin dengan menabrak bahu gavin.
All Rights Reserved
#129
teenfication
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Antagonis 2 (END)
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Arsyilazka
  • Say My Name
  • GHAVARI
  • TAFIA'S TEARS
  • FROM HATE TO LOVE
  • SELA ta KEY [END]
  • Fake Nerd

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines