Love Is Never Enough

Love Is Never Enough

  • WpView
    Reads 5,850
  • WpVote
    Votes 248
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 27, 2018
" ka ko kaka ngerokok sih " tanya keila. " bukan urusan lo " sahut gavin dengan menghisap rokok tanpa melirik keila. Keila langsung menghampiri tempat duduk gavin dan menepis tangan gavin yang sedang merokok. Gavin menatap tajam keila dan langsung berdiri " lo itu bukan siapa siapa gue , lo kenapa deketin gue terus lo apa dari gue, apa lo ingin kekayaan gue , apa status gue yang tenar di sekolah, dasar MURAHAN!!" Bentak gavin dengan pergi menabrak bahu keila " GAVIN NARENDRA" Teriak keila. gavin langsung menghentikan langkahnya tanpa membalikan badannya. "Maksud lo apa ngomong kaya gitu, walaupun seantreo sekolah takut sama lo tapi gue gaakan pernah sedikitpun takut sama lo gavin!dan lo harus tau gue punya harga diri,lo gabisa seenaknya ngerendahin harga diri cewe!" Ucap keila sambil menahan air matanya, keila langsung pergi meninggalkan kantin dengan menabrak bahu gavin.
All Rights Reserved
#188
teenfication
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • FROM HATE TO LOVE
  • LOVE STORY QIANARRA
  • R A G A V [END]
  • Arsyilazka
  • Fake Nerd
  • AKSATA (SELESAI)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • The Real Brengsek Boy (END)
  • Antagonis 2 (END)
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines