Story cover for Love Is Never Enough by septiania124
Love Is Never Enough
  • WpView
    Reads 5,777
  • WpVote
    Votes 246
  • WpPart
    Parts 26
  • WpView
    Reads 5,777
  • WpVote
    Votes 246
  • WpPart
    Parts 26
Complete, First published Nov 15, 2017
" ka ko kaka ngerokok sih " tanya keila.

" bukan urusan lo " sahut gavin dengan menghisap rokok tanpa melirik keila.

Keila langsung menghampiri tempat duduk gavin dan menepis tangan gavin yang sedang merokok. Gavin menatap tajam keila dan langsung berdiri

" lo itu bukan siapa siapa gue , lo kenapa deketin gue terus lo  apa dari gue, apa lo ingin kekayaan gue , apa status gue yang tenar di sekolah, dasar MURAHAN!!" Bentak gavin  dengan pergi menabrak bahu  keila 

" GAVIN NARENDRA" Teriak keila.  gavin langsung menghentikan langkahnya tanpa membalikan badannya.

"Maksud lo apa ngomong kaya gitu, walaupun seantreo sekolah takut sama lo tapi gue gaakan pernah sedikitpun takut sama lo gavin!dan lo harus tau gue punya harga diri,lo gabisa seenaknya ngerendahin harga diri cewe!" Ucap keila sambil menahan air matanya, keila langsung pergi  meninggalkan kantin  dengan menabrak bahu gavin.
All Rights Reserved
Sign up to add Love Is Never Enough to your library and receive updates
or
#167teenfication
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
ALDIR cover
Edgar : Between Chaos and You  cover
She is fake nerd?✔(Proses Revisi) cover
The Real Brengsek Boy (END)  cover
LOVE STORY QIANARRA cover
Arsyilazka cover
TAFIA'S TEARS cover
GADIS (Lengkap belum revisi) cover
Say My Name cover
Kopi & Deadline (On Going) cover

ALDIR

28 parts Ongoing

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha "DEVAN, AKU CINTA KAMU!! DI KEHIDUPAN MANAPUN, CINTA AKU TETAP MILIKMU!! JAGA MEREKA, JANGAN BIARKAN MEREKA HANCUR!" - Yeri "Kamu tega, Le... kamu tega ninggalin aku sendirian dengan semua ini..." - Dirta "GUE GAK BUTUH MATA INI!! GUE GAK BUTUH, NGERTI GAK?!! APA GUNANYA MELIHAT KALAU YANG PALING PENTING HILANG?!" - Devan "Aku gak bisa hidup tanpa kamu, Ti..." - Jean "Aku selalu datang terlambat untuk kamu... ternyata benar, aku cuma kenangan yang tak pernah cukup cepat." - Arhan "Bahagialah, Je... seperti aku yang sedang belajar untuk itu." - Tifany "Aku lelah menunggu. Aku juga pantas diperjuangkan, Naela bukan bayangan." - Naela